Kisruh KPK Dikhawatirkan Bikin Investor Ragu Berbisnis di Indonesia

Jumat, 13 September 2019 19:53 Reporter : Merdeka
Kisruh KPK Dikhawatirkan Bikin Investor Ragu Berbisnis di Indonesia investasi. shutterstock

Merdeka.com - Aksi demo di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berakhir ricuh. Aksi ini digelar oleh sejumlah massa yang tergabung dalam Himpunan Aktivis Indonesia serta Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan NKRI. Massa pun berujung bentrok dengan sejumlah aparat kepolisian.

Aksi demo dimulai dengan rangkaian konvoi damai dan disusul dengan orasi. Hal ini berkaitan dengan DPR untuk melakukan revisi terhadap UU KPK. Kerusuhan yang terjadi di KPK ini turut memengaruhi terhadap sektor perekonomian di Indonesia.

Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan, kerusuhan yang terjadi di KPK akan berimbas kepada kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi di Indonesia.

"Yang pasti investor itu membutuhkan kondisi yang aman dan stabil. Jadi, kalau ada potensi untuk terjadinya ketidakstabilan, tentu ini membuat pertimbangan bagi para investor. Kalau satu atau dua ketidaktertiban masih oke, tapi ini kita berulang kali. Kemarin Papua, lalu sekarang di Jakarta," ucap Enny saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (13/9).

Menurutnya, jika setiap permasalahan selalu berakhir dengan kericuhan, tentu akan mengurangi rasa kepercayaan investor. Sebab, hal ini akan mempertanyakan kinerja pemerintah apakah pemerintah mampu untuk menyelesaikan masalah yang ada.

"Ini yang kita khawatir karena semakin membuat investor menimbang-nimbang untuk masuk ke Indonesia. Padahal saat ini kita butuh sekali kepercayaan diri dari para investor ini untuk masuk berinvestasi. Kalau keseringan rusuh, investor pun akan berpikir untuk berinvestasi di Vietnam yang jelas aman," katanya.

"Kalau dalam istilahnya, investor itu wide and see. Artinya, sudah ingin masuk tapi ga masuk-masuk. Jadi, semakin wide and see lagi. Dengan begini, kapan konkritnya untuk masuk ke Indonesia," tambahnya.

Reporter Magang: Rhandana Kamilia [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini