Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Raja Tambang Batu Bara Hingga Menjadi Orang Terkaya Nomor 2 Indonesia, Hartanya Rp417 Triliun

Kisah Raja Tambang Batu Bara Hingga Menjadi Orang Terkaya Nomor 2 Indonesia, Hartanya Rp417 Triliun

Kisah Raja Tambang Batu Bara Hingga Menjadi Orang Terkaya Nomor 2 Indonesia, Hartanya Rp417 Triliun

Dia dikenal sebagai raja tambang batu bara dengan perusahaan miliknya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) perusahaan yang bergerak di sektor tambang batu bara terbesar di Indonesia.

Kisah Raja Tambang Batu Bara Hingga Menjadi Orang Terkaya Nomor 2 Indonesia, Hartanya Rp417 Triliun

Pernahkah terbesit pikiran Anda soal bagaimana orang kaya di Indonesia memperoleh kekayaannya. Low Tuck Kwong merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia yang berada di peringkat ke-2 tahun 2024 berdasarkan Forbes, namanya berada tepat setelah Prajogo Pangestu.


Dia dikenal sebagai raja tambang batu bara dengan perusahaan miliknya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) perusahaan yang bergerak di sektor tambang batu bara terbesar di Indonesia.

Mengutip berbagai sumber, Low Tuck Kwong lahir di Singapura pada 17 April 1948. Ayah bernama David Low Yi Ngo adalah sebagai pemilik perusahaan konstruksi di Singapura. Meski, latar belakang keluarga pebisnis, tak dipungkiri berbagai tantangan dia hadapi demi menjemput kesuksesannya.


Low Tuck Kwong menempuh pendidikan diploma Teknik Sipil di Japan Institute dan menyelesaikan gelar Doktor HC di Universitas Notre Dame of Dadiangas, Filipina pada tahun 2012.

Di usia 20-an Low Tuck menggali ilmu bisnis sebanyak-banyaknya dari bisnis konstruksi sang ayah, dia bekerja di perusahaan sang ayah sampai tahun 1972.

Akhirnya, di usianya menginjak 24 tahun, dia memutuskan untuk merantau ke Indonesia.

Setahun berada di Indonesia, Low Tuck mulai mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI) yang berfokus pada bidang konstruksi termasuk pekerjaan umum, konstruksi bawah tanah, dan konstruksi bawah laut.


Di tengah membangun bisnisnya Low Tuck sempat kekurangan dana dan harus banyak beradaptasi dengan negara yang berbeda dari tempat kelahirannya. Namun, kesulitan itu tidak membuat Low tuck menyerah, dia memiliki kegigihan yang besar membangun bisnis.

Perlahan kesulitannya teratasi, kesuksesan kian menghampiri, Low tuck memutuskan untuk mengganti kewarganegaraan dari Singapura ke Indonesia pada tahun 1992.


Perlahan perusahaannya melebar ke sektor bisnis pertambangan batubara, 1997 Low Tuck mengakusisi PT Gunung Bayan Pratamacoal (GBP) yang dikenal dengan Bayan Resources, perusahaan investor dalam industri pertambangan batubara Indonesia.

Kemudian pada 1998, dia berhasil mengakusisi PT Dermaga Perkasa Pratama (DPP) yaitu terminal batu bara yang berada di Balikpapan.


Sambil berjalannya penambangan GBP dan DPP, Bayan Group bertransformasi menjadi perusahaan tambang batu bara besar. Bayan Group memiliki beberapa infrastruktur batubara terdepan di Indonesia dengan kepemilikan atas Balikpapan Coal Terminal, Dermaga Perkasa dan Wahana, serta dua Floating Transfer Barge (KFT).

Berhasil menjadi pengusaha sukses, Low Tuck mengepakkan sayap bisnisnya untuk mengendalikan perusahaan di industri energi baru di Singapura, Metis Energy yang sebelumnya dikenal Manhattan Resources, dan memiliki kepentingan di The Farrer Park Company, Samindo Resources, dan Voksel Electric.

Low Tuck Kwong juga mendukung SEAX Global membangun sistem kabel bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.


Sumber kekayaan Low Tuck Kwong sebagian besar berasal dari PT Bayan Resources Tbk yang bergerak dibidang bisnis tambang batu bara.

Melansir dari Forbes real times mte worth, kekayaan Low Tuck Kwong tercatat sebesar USD 26 miliar atau setara dengan Rp417 triliun.


Tidak hanya karena keberuntungan, tetapi juga karena kegigihannya dalam membangun bisnis dan kecerdasan management yang bagus, membawanya pada kesuksesan yang gemilang.

Hanya Lulusan SD dan Buka Toko Kelontong, Pria Ini Pernah Jadi Orang Terkaya Nomor 2 di Indonesia dengan Harta Rp222 Triliun
Hanya Lulusan SD dan Buka Toko Kelontong, Pria Ini Pernah Jadi Orang Terkaya Nomor 2 di Indonesia dengan Harta Rp222 Triliun

Untuk bertahan hidup, sang ayah membangun usaha kecil-kecilan berupa toko sederhana. Eka membantu ayahnya berjualan.

Baca Selengkapnya
Orang Paling Kaya di Indonesia Punya Harta Rp1.000 Triliun, Sumbernya Ternyata dari Bisnis Ini
Orang Paling Kaya di Indonesia Punya Harta Rp1.000 Triliun, Sumbernya Ternyata dari Bisnis Ini

Kemiskinan membuat orang tuanya tak mampu menyekolahkan Prajogo untuk menempuh pendidikan SMA.

Baca Selengkapnya
Gagal Jadi Dokter karena Orang Tua Tak Mampu, Pria Ini Jadi Raja Properti Tajir Melintir
Gagal Jadi Dokter karena Orang Tua Tak Mampu, Pria Ini Jadi Raja Properti Tajir Melintir

Pria ini lahir pada tanggal 26 Maret 1952 di Surabaya, Jawa Timur, dengan nama Ang Tjoen Ming.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Kisah Martua Sitorus, Pernah Jadi Loper Koran dan Berdagang Udang Kini Punya Harta Rp53 Triliun
Kisah Martua Sitorus, Pernah Jadi Loper Koran dan Berdagang Udang Kini Punya Harta Rp53 Triliun

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Martua mulai mencoba merintis usaha kecil-kecilan di Medan.

Baca Selengkapnya
Kisah Manoj Punjabi, Dulu Pernah Digaji Rp2,5 Juta Kini Punya Harta Rp30 Triliun dan Jadi Orang Terkaya Nomor 32 di Indonesia
Kisah Manoj Punjabi, Dulu Pernah Digaji Rp2,5 Juta Kini Punya Harta Rp30 Triliun dan Jadi Orang Terkaya Nomor 32 di Indonesia

Manoj Punjabi lahir pada 7 Desember 1972. Seluruh keluarga Manoj Punjabi keturunan India sehingga agama yang dianut Manoj Punjabi adalah Hindu.

Baca Selengkapnya
Ini Tantangan Dihadapi Industri Hasil Tembakau di 2024, Termasuk Kenaikan Cukai Rokok
Ini Tantangan Dihadapi Industri Hasil Tembakau di 2024, Termasuk Kenaikan Cukai Rokok

Penyesuaian cukai terjadi di setiap kategori rokok secara merata.

Baca Selengkapnya
Miris Warga Bantaran Kali Ciliwung Ibu Kota, Hidup Berdampingan dengan Bau Sampah
Miris Warga Bantaran Kali Ciliwung Ibu Kota, Hidup Berdampingan dengan Bau Sampah

Kali penuh sampah jadi pemandangan sehari-hari warga bantaran ciliwung di Tanah Abang

Baca Selengkapnya
Lahir dari Keluarga Miskin dan Putus Kuliah, Bayu Sukses Bisnis Percetakan Setelah Daftar Haji
Lahir dari Keluarga Miskin dan Putus Kuliah, Bayu Sukses Bisnis Percetakan Setelah Daftar Haji

Bayu mengawali bisnisnya bersama sang istri. Dia sempat 5 kali berganti jenis usaha sampai ke usaha percetakan.

Baca Selengkapnya
Pengisi Suara Maruko Chan, Tarako Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun
Pengisi Suara Maruko Chan, Tarako Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

Tarako dikabarkan meninggal dunia pada Senin, 4 Maret 2024 lalu.

Baca Selengkapnya