Kisah Jack Ma, Tak Pandai Matematika Tapi Bisa Bangun Alibaba Group

Selasa, 9 Agustus 2022 06:30 Reporter : Siti Ayu Rachma
Kisah Jack Ma, Tak Pandai Matematika Tapi Bisa Bangun Alibaba Group Jack Ma Alibaba. ©Reuters

Merdeka.com - Siapa yang tak kenal dengan Jack Ma, pebisnis sekaligus salah satu miliarder dunia berkebangsaan China. Meski tak pandai matematika, namun Ma mampu membangun Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di China.

Dikutip dari Forbes, saat ini Ma berusia 57 tahun, lahir di Hangzhou China pada 10 September 1964. Ketika masa mudanya dia selalu bersemangat untuk belajar Bahasa inggris. Dia pun pembaca setia Mark Twain dan menggunakan setiap kesempatan untuk menjadi lebih baik dalam Bahasa inggris.

Pada usia 12 tahun, dia memiliki ide untuk dapat meningkat kemampuan Bahasa inggrisnya, yaitu setiap pagi pukul lima dia mengendarai sepeda selama 40 menit untuk pergi ke sebuah hotel internasional dan menunggu turis di sana.

Ketika Ma mendekati turis, dia membuat kesepakatan bahwa dia akan mengajak turis untuk berkeliling kota dengan imbal dia akan diajarkan Bahasa inggris dengan turis tersebut. Ide ini selalu digunakan setiap hari, bahkan bulan dan tahun dia lakukan hal yang sama untuk meningkat kemampuannya dalam berbahasa inggris.

Walaupun dia sangat pintar dalam berbahasa inggris, tetapi dia sangat lemah dalam pelajaran matematika sehingga ketika dia mendaftarkan diri ke perguruan tinggi Ma tidak pernah diterima di perguruan tinggi karena nilai matematikanya yang tidak bagus.

Meskipun begitu, dia tidak pernah Lelah untuk mencobanya, dan lagi-lagi dia mendapatkan nilai rendah. Perguruan tinggi tentu menolak Ma. Namun akhirnya dia bertahan dan akhirnya berhasil masuk ke Teacher College meskipun dia mengakui bahwa perguruan tinggi itu paling tidak dihormati di kotanya.

Pada tahun 1988 dia berhasil menamatkan perguruan tingginya dengan gelar sarjana dalam Bahasa Inggris dan mendapatkan pekerjaan sebagai guru Bahasa Inggris.

Perjalanan selama Ma menjadi seorang guru memang tidak mudah. Setelah beberapa tahun tepat di tahun 1995 di mana seorang teman menunjukkan kepadanya internet untuk pertama kalinya. Dia terpesona dan secara intuitif menyadari peran yang akan dimainkan internet di tahun-tahun mendatang dan terbukti menentukan dalam bentuk masa depannya.

Pada tahun yang sama, dia akhirnya mendirikan sebuah perusahaan China Yellow Pages. Dia berjuang untuk mempertahankan eksistensinya. Ma pun telah menghabiskan hampir semua uangnya mendaftarkan perusahaan dan hanya memiliki sedikit uang tersisa untuk hal lainnya.

Masalah terbesar waktu itu adalah di kota Hangzhou masih tidak mungkin untuk mengakses internet. Mengingat keadaan yang seperti itu, banyak orang yang menyerah pada gagasan mendirikan perusahaan internet.

2 dari 2 halaman

Tetapi Ma sangat berbeda, dia tetap konsisten pada pendirian awalnya, dia memberitahu temannya bahwa internet memiliki potensi yang luar biasa dan meyakinkan beberapa dari mereka untuk menugaskan merancang situs web untuk mereka.

Selama beberapa tahun kemudian, Ma berulang kali mengubah model bisnisnya untuk menggabungkan eksperimen dengan ketekunan. Pada tahun 1999 dia mendirikan Alibaba Group sebagai platform e-commerce business to business.

Sejak awal dia berpikir besar dan menetapkan tujuan yang sangat ambisius untuk dirinya sendiri. "Kami tidak ingin menjadi nomor satu di China. Kami ingin menjadi nomor satu di dunia," kata Ma begitu yakin akan kesuksesannya di masa depan.

Jack Ma menunjukkan bahwa intuisi kewirausahaan dan di atas segalanya kesedian untuk terbuka ide-ide baru dan selalu siap untuk menyesuaikan model bisnis, jauh lebih penting daripada pengetahuan buku yang diajarkan dalam kursus administrasi bisnis di seluruh dunia.

Menurut Ma membangun salah satu e-commerce terbesar di dunia tidak memerlukan pengetahuan khusus atau teknis, matematika tingkat jenius atau bahkan rencana bisnis. Lihatlah Ma saat ini dia memang tidak pandai dalam pelajaran matematika.

Akan tetapi semangat juang untuk membangun perusahaan sangat dia kedepankan. Etos kerja pun selalu diutamakan. Akhirnya dia bisa membangun perusahaan terbesar di dunia dan aset kekayaannya sekitar 35 miliar USD dan menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Baca juga:
Kisah Kegagalan Jeff Bezos yang Tak Terungkap dan Rahasianya untuk Kembali Bangkit
Meski Tengah Bersitegang dengan Taiwan, China Tetap Mampu Cetak Orang Terkaya Baru
Pengusaha Gandum di Ukraina Tewas Akibat Serangan Rusia
Cerita Menarik Pemenang Lotre, Modal Rp30.000 Berpotensi Raup Rp19,8 Triliun
Kisah Modi, Modal Rp3 Juta Mulai Bisnis Baju Adat Pernikahan Kini Berharta Rp40 T

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini