Ketua DPR Dukung Rencana CMNP Bangun Tol Dilengkapi Jalur Khusus Sepeda Motor

Jumat, 8 Februari 2019 13:05 Reporter : Idris Rusadi Putra
Ketua DPR Dukung Rencana CMNP Bangun Tol Dilengkapi Jalur Khusus Sepeda Motor Tol Bali Mandara. ©2017 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Ketua DPR, Bambang Soesatyo mendukung rencana PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) yang akan membuka jalur khusus bagi kendaraan bermotor roda dua pada jalan tol yang akan mereka bangun pada tahun ini di Medan dan Bandung. Politisi Golkar yang kerap disapa Bamsoet ini menekankan sudah sepantasnya pengelola jalan tol tidak hanya mengejar profit namun juga memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

Gagasan diperbolehkannya kendaraan motor roda dua beroperasi di jalan tol selama ini memang datang dari Bamsoet. Dasar gagasan itu bersumber dari volume kendaraan bermotor roda dua di Indonesia yang mencapai 120 juta unit. Hal ini menurutnya akan memberikan akses mudah bagi pesepeda motor untuk menempuh jalur cepat dari rumah dan ke tempat kerja.

"Pengelola jalan tol sepatutnya tidak hanya mengejar keuntungan semata tapi juga ikut memberi solusi terhadap kesulitan mayoritas rakyat kita yang masih tinggal di rumah-rumah BTN pinggiran kota dan hanya memiliki moda transportasi roda dua atau motor untuk bisa pulang pergi dari rumah ke tempat kerjanya di kota dengan tingkat keselamatan yang tinggi di jalur khusus tol karena satu arah dan kepastian waktu, karena mudah diprediksi," ujar Bamsoet saat menerima CEO CMNP, Tito Sulistio di DPR.

Dijelaskan Bamsoet, biaya untuk membangun ruas jalan tol untuk mobil 2-2-1 kanan kiri per-kilometer di atas tanah datar kurang lebih Rp 80- Rp 100 miliar per kilometer. Sedangkan biaya pembangunan untuk jalur khusus motor dengan lebar 2,5 meter plus 1 meter untuk bahu jalan kanan kiri kurang lebih Rp 30 - Rp 50 miliar per kilometer. Jika mengacu tarif tol Bali Mandara untuk mobil Gol I Rp 11.500 dan untuk motor Rp 4.500, mengingat volume pengguna motor populasinya sangat besar.

Dari sisi keadilan, tambah Bamsoet. Jalur khusus bagi kendaraan bermotor roda di jalan tol, jelas memberikan asas keadilan bagi semua warga yang belum beruntung memiliki moda transportasi roda empat atau mobil untuk menikmati jalan tol.

Begitu pula dari sisi keselamatan, juga sudah terbukti di Bali. Dengan memberikan jalur khusus motor roda dua itu, ternyata dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas kendaraan secara signifikan.

Bamsoet menekankan untuk lebih menjamin kenyamanan pengguna jalur khusus motor roda dua, jika perlu motor gede atau Moge dilarang masuk tol khusus motor pada hari-hari kerja. Moge cukup diizinkan untuk melalui jalur motor di jalan tol pada hari libur saja. Sedangkan pada hari kerja biarlah kendaraan bermotor roda dua bermesin kecil saja yang diizinkan. Karena mereka berangkat kerja atau pulang kerja. Sedangkan moge biasanya hanya dipakai untuk keperluan rekreasi para penggemar di hari libur.

Tito menurut Bamsoet, dalam pertemuan tersebut memaparkan rencana jalan tol yang akan dibuka CMNP Group dalam waktu dekat ini. Pertama, jalan tol dalam kota sepanjang 11 Km di kota Medan menyusuri talud sungai Deli dari Maimoon sampai ke Binjai yang akan dimulai pembangunannya pada Juni 2019 mendatang.

Kedua, CMNP Group juga akan membuka tol baru dengan fasilitas jalur khusus kendaraan roda dua di Bandung sepanjang 14 Km dari Pasir Koja ke Pasopati yang akan segera dimulai pada Maret 2019 tahun ini.

Sebagai informasi, CMNP pada awal pendiriannya 13 April 1987 adalah sebuah konsorsium, terdiri dari beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang infrastruktur, khususnya pengusahaan jalan tol dan bidang terkait lainnya.

Berdirinya CMNP membuka era baru kemitraan masyarakat dan swasta dalam pengusahaan jalan tol, melalui perannya membangun jalan tol ruas Cawang Tanjung Priok (North South Link/ NSL) sepanjang 19,03 Km. Keberhasilan pelaksanaan pilot proyek tersebut, membuat Pemerintah memberikan kepercayaan kepada CMNP untuk membangun jalan tol ruas Tanjung Priok Jembatan Tiga/ Pluit (Harbour Road/ HBR) sepanjang 13,93 Km.

Penyelesaian ruas jalan tol NSL dan HBR sepanjang 32,96 Km atau yang dikenal dengan Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono, MSc dengan masa konsesi 31 tahun 3 bulan ini, telah memungkinkan sistem jaringan Jalan Tol Dalam Kota Jakarta (Tomang- Cawang- Tanjung Priok Ancol Timur Jembatan Tiga Pluit Grogol Tomang) dapat beroperasi secara terpadu, di bawah pengelolaan bersama PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan CMNP dengan sistem bagi hasil. Seiring dengan tuntutan ekspansi usaha, CMNP telah berubah statusnya menjadi perusahaan terbuka sejak 10 Januari 1995, yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh masyarakat.

Saat ini CMNP memiliki 5 anak perusahaan yaitu PT Citra Margatama Surabaya pemegang konsesi jalan tol ruas Simpang Susun Waru-Bandara Juanda Surabaya, PT Citra Waspphutowa pemegang konsesi jalan tol ruas Antasari-Depok-Bogor, PT Citra Persada Infrastruktur sebagai spesialis operation and maintenance jalan tol yang sekaligus induk usaha dari PT Girder Indonesia sebagai spesialis precast concrete atau beton pracetak, PT Citra Marga Nusantara Propertindo yang bergerak di bidang properti dan pengembangan kawasan, serta PT Citra Marga Lintas Jabar yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol pemegang konsesi ruas Soreang-Pasirkoja (Soroja) Bandung, Jawa Barat, sepanjang 8,15 Km. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Motor Masuk Tol
  2. DPR
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini