Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketika Peran Robot Dibutuhkan Saat Pandemi Virus Corona

Ketika Peran Robot Dibutuhkan Saat Pandemi Virus Corona Robot perawat di rumah sakit Thailand. ©2019 REUTERS/Athit Perawongmetha

Merdeka.com - Di tengah berkembangnya virus corona, jaga jarak atau social distancing sangat diperlukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Seperti di Indonesia, di mana pemerintah mengimbau agar masyarakat melakukan segala hal di rumah, mulai dari bekerja, belajar, hingga beribadah di rumah.

Meski demikian, masih ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Untuk itu, sekelompok ahli robotika dari seluruh dunia memiliki saran untuk mengembangkan robot, sehingga pekerjaan-pekerjaan tersebut bisa dilakukan oleh robot.

"Sekarang dampak COVID-19 dapat mendorong penelitian lebih lanjut dalam robotika untuk mengatasi risiko penyakit menular," kata kontingen global pakar robotika dalam surat terbuka, dilansir CNBC Make It.

Pengembangan robot ini juga pernah dilakukan saat krisis ebola di tahun 2015. Berikut adalah beberapa cara robot digunakan dan dapat digunakan dalam pandemi di masa depan.

Mengontrol Sinar Ultraviolet

Salah satu cara orang dapat terinfeksi virus corona adalah dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah mereka, karena virus dapat hidup pada permukaan logam, kaca atau plastik selama berhari-hari. Menurut pernyataan para ilmuwan, sinar ultraviolet telah terbukti efektif dalam mengurangi kontaminasi pada permukaan di rumah sakit.

Padahal, intensitas sinar UV yang dibutuhkan untuk membunuh coronavirus bisa berbahaya bagi manusia. Namun, para ilmuwan mengatakan robot besar atau kecil yang dikendalikan sendiri atau dikendalikan dari jarak jauh dapat dikembangkan untuk mencari dan mensterilkan permukaan yang sering disentuh dengan sinar ultraviolet.

Mendeteksi Suhu Tubuh

tubuhRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Demam adalah gejala virus corona yang sangat umum. Sistem kamera otomatis yang digunakan bersama dengan sensor termal dan algoritma penglihatan pada robot yang dioperasikan secara otonom atau jarak jauh dapat digunakan untuk memantau suhu pasien di rumah sakit, kata para ilmuwan.

Hal ini sudah digunakan di Wuhan, China. Di mana perusahaan robotika yang berbasis di Beijing, CloudMinds mengirim 14 robot untuk membantu perawatan pasien, dan salah satu sistem itu mengukur suhu orang ketika mereka masuk ke rumah sakit.

Melacak Perpindahan Orang

Para ahli robotika mengatakan, dengan menggabungkan sistem keamanan yang ada dengan perangkat lunak pengenal wajah, dapat memungkinkan pihak berwenang untuk menelusuri kembali siapa saja yang berinteraksi dengan pasien positif corona. Sehingga bisa melacak siapa saja yang berisiko terjangkit virus ini.

Melakukan Nasal Swab

Salah satu cara mendeteksi virus corona adalah dengan nasal swab, yakni metode untuk mengumpulkan sampel uji klinis sekresi hidung dari belakang hidung dan tenggorokan. Sampel kemudian dianalisis untuk mengetahui keberadaan organisme atau penanda klinis lainnya untuk penyakit.

Namun, dalam metode ini ada bagian dari proses yang menempatkan manusia pada risiko tertular virus, termasuk mengumpulkan sampel, menangani sampel, mentransfer sampel ke lokasi tes dan tes itu sendiri.

"Selama wabah besar, tantangan utama adalah kurangnya staf yang memenuhi syarat untuk menyeka pasien dan memproses sampel uji. Swabbing nasofaring otomatis dan berbantuan robot dan orofaringeal dapat mempercepat proses, mengurangi risiko infeksi, dan membebaskan staf untuk tugas-tugas lain," kata para ilmuwan.

Mengambil Darah untuk Memeriksa Antibodi

Pasien dapat melakukan tes positif untuk COVID-19 sebelum mereka memiliki gejala. Tes darah untuk antibodi (protein yang diproduksi ketika patogen terdeteksi dalam aliran darah yang digunakan oleh sistem kekebalan tubuh), akan memungkinkan pengujian sebelum ada gejala.

Robot yang mengotomatiskan proses pengambilan darah dapat mengurangi risiko pada personil medis garis depan. Penelitian sudah dilakukan pada sistem yang menggunakan pencitraan ultrasound untuk mengidentifikasi pembuluh darah di lengan untuk pengambilan darah.

Mengantarkan Obat

ketika peran robot dibutuhkan saat pandemi virus coronaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Drone otonom dan robot darat dapat digunakan untuk mengirimkan obat kepada pasien yang memiliki coronavirus. Di Wuhan, China, robot CloudMinds digunakan untuk mengirimkan makanan, minuman, dan obat-obatan kepada pasien.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP