Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2021, KCIC Buka 2.400 Lowongan Kerja

Rabu, 5 Februari 2020 16:49 Reporter : Siti Nur Azzura
Kereta Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi 2021, KCIC Buka 2.400 Lowongan Kerja KCIC Pasang Girder di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan beroperasi pada 2021. Untuk itu, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membuka lowongan kerja atau loker bagi 2.400 orang dalam rangka mempersiapkan operasional perdana kereta cepat tersebut.

"KCIC membuka kesempatan bagi putra dan putri terbaik bangsa untuk menjadi bagian dari keluarga Kereta Cepat Jakarta Bandung. Yang terpilih ini nantinya akan menjadi generasi pertama di Indonesia yang mampu mengoperasikan sarana dan prasarana kereta cepat," ujar Direktur Human Resources PT KCIC Puspita Anggraeni dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (5/2).

Puspita berharap dengan SDM yang unggul, maka kereta cepat akan memberikan pengalaman terbaik tidak hanya dari kenyamanan dan rasa aman menggunakan teknologi kereta, namun juga pelayan profesional dari seluruh kru.

Rekrutmen karyawan dilakukan dalam beberapa gelombang untuk ditempatkan pada berbagai posisi yang terkait dengan operasional kereta cepat seperti di bidang persinyalan, teknisi, hingga pramugara dan pramugari kereta api.

KCIC membuka kesempatan bagi mereka yang baru lulus maupun yang telah berpengalaman, khususnya di bidang transportasi. Utamanya posisi yang perlu terpenuhi dengan segera seperti Masinis dan personel untuk Operation Control Center (OCC) kereta cepat.

Program rekruitment untuk operasional kereta cepat diharapkan menjadi langkah awal bagi anak bangsa untuk dapat berkarir dan mengembangkan diri dalam industri moda transportasi massal modern di Indonesia.

1 dari 1 halaman

Pembebasan Lahan

Direktur PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra mengatakan, progres fisik proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 42 persen. Namun, dia mengaku masih terkendala pembebasan lahan di sekitar Cimahi dan Bandung.

Maka dari itu, dia mengkoordinasikan masalah pembebasan lahan yang tinggal 0,05 persen tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Ada kesulitan apa, dikoordinasikan dengan Pak Luhut," kata Chandra di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (31/1).

Dia menjelaskan, banyak masalah terkait pembebasan lahan dan sangat kompleks, misalnya kepemilikan tanah yang berubah-ubah, terjadi kesalahan dalam pengecekan lahan. Meski begitu, dia optimis masalah ini bakal rampung di bulan Februari nanti.

Selain itu, pihaknya juga mengalami masalah terkait sinyal, dan perlu segera diselesaikan karena berkaitan dengan keselamatan penumpang. Dia perlu memastikan lagi sebelum sistem itu diterapkan di Indonesia.

"Kalau sinyal kan ada GSM ada LTE, nah ini ternyata di atasnya lagi. Jadi saya harus pastikan dulu. Harus hati-hati, enggak boleh sembarang," imbuhnya.

Dia perlu memastikan frekuensi yang ditawarkan sistem pernah dicoba sebelumnya di China. Dia tak ingin Indonesia jadi kelinci percobaan. "Saya enggak mau uji coba di sini, kalau enggak aman siapa yang mau naik nanti," tandasnya. [azz]

Baca juga:
Sosialisasi Pencegahan Virus Corona di Stasiun Sudirman
KCIC Minta Bantuan Luhut Soal Pembebasan Lahan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Menkes Kirim Tim Periksa Pekerja Kereta Cepat yang Diduga Terkena Virus Corona
Sengketa Natuna Tak Pengaruhi Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kemenhub Sebut Proyek Kereta Cepat Jadi Penyebab Banjir Tol Jakarta-Cikampek

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini