Kepada DPR, Nasabah Bumiputera Minta Dibantu Pertemuan dengan Manajemen, BPA, dan OJK

Jumat, 24 Juli 2020 16:04 Reporter : Syakur Usman
Kepada DPR, Nasabah Bumiputera Minta Dibantu Pertemuan dengan Manajemen, BPA, dan OJK AJB Bumiputera 1912. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Para pemegang polis asuransi Bumiputera menghendaki pertemuan dengan manajemen AJB Bumiputera, Badan Perwakilan Anggota (BPA), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyelesaikan kasus gagal bayar asuransi tertua di Indonesia ini.

Mereka berharap Komisi XI DPR RI bisa memfasilitasinya, setelah pekan lalu menerima Serikat Pekerja Bumiputera.

Fien Mangiri, Koordinator Nasabah Bumiputera Jabodetabek, mengaku sudah menghimpun lebih dari 1.500 pemegang polis/nasabah Bumiputera di seluruh Indonesia yang menuntut pembayaran klaim yang sudah habis kontraknya. Dari 1.500 itu, sekitar 300 berasal dari kawasan Jabodetabek dan Jawa Barat.

Statusnya beragam, ada yang habis kontrak, tapi ada juga yang penebusan kontrak. Kebanyakan nasabah memiliki produk asuransi pendidikan dengan nilai polis rata-rata Rp 20 juta. Jadi diperkirakan uang nasabah yang ditahan dan belum dibayar Bumiputera sekitar Rp 30 miliar.

"Banyak pemegang polis sudah habis kontraknya. Ada yang lebih dari satu tahun belum dibayar klaimnya, ada juga 2 tahun. Tapi sampai sekarang nasib kami belum jelas karena kami kesulitan berkomunikasi dengan manajemen Bumiputera (kantor pusat)," ujar Fien dalam diskusi virtual, kemarin (23/7).

Dia menjelaskan, para nasabah selama ini selalu dilempar-lempar oleh pihak manajemen. Pihak manajemen selalu menyebut pembayaran polis tergantung keputusan kantor pusat.

"Buruk komunikasi manajemen Bumiputera kepada nasabah. Padahal kami hanya ingin mendapatkan kepastian kapan klaim kami dibayar. Komunikasi buruk ini hanya mengaburkan kejelasan kapan dana yang dikumpulkan para nasabah bertahun-tahun ini dibayar kembali. Kemarin ada pembahasan agen Bumiputera merasa dizalimi, karena memang komunikasi manajemen Bumiputera buruk, sehingga siapa pun yang nabasah temui, menjadi sasaran untuk ditanyakan pembayaran klaim," ungkap Fien.

Menurut Fien, pihaknya pertama kali pasti berkomunikasi dengan agen tentu saja. Kemudian diarahkan ke wilayah dan kantor Wolter Monginsidi. Namun, memang tidak ada hasilnya. Kami pun pulang dengan sabar.

Baca Selanjutnya: Komisi XI DPR Fasilitasi Nasabah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini