Kemenkeu Klaim Harga Minyak Goreng Curah Mulai Turun

Jumat, 13 Mei 2022 12:56 Reporter : Anisyah Al Faqir
Kemenkeu Klaim Harga Minyak Goreng Curah Mulai Turun Minyak goreng curah. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Per April 2022 tingkat inflasi sudah berada di level 3,47 persen (yoy). Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu mengatakan, berbagai harga bahan pangan memang mengalami peningkatan namun masih bisa dikelola dengan baik.

Mulai dari harga aneka bawang yang masih relatif terjaga. Harga bawang putih mulai mengalami penurunan seiring dengan keluarnya izin impor bawang putih. Begitu juga dengan bawang merah yang mengalami kenaikan cukup tinggi. Namun kenaikan harga aneka bawang ini tidak terlalu signifikan memberikan kontribusi pada Indeks Harga Konsumen (IHK).

"Bawang putih itu relatif terjaga dan bawang merah itu relatif cukup tinggi," kata Febrio dalam Taklimat Media, Tanya BKF: Mengoptimalkan Sumber Pertumbuhan Ekonomi ke Depan, Jakarta, Jumat (13/5).

Sementara itu harga minyak goreng masin terpantau mengalami gejolak seiring dengan naiknya harga komoditas CPO. Isu minyak goreng kemasan menjadi perhatian pemerintah karena kenaikannya yang relatif tinggi mengikuti perkembangan nilai keekonomian CPO. Namun berdasarkan data terkini harga minyak goreng curah mulai melandai.

"Kita lihat harga minyak goreng curah saat ini year to date nya itu negatif 4 persen, ini harus kita jaga," kata dia.

Begitu juga dengan harga gula pasir yang juga masih relatif terjaga. Memang ada kenaikan tipis menjelang hari raya, namun tetap terkendali seiring dengan adanya musim giling pada Mei-Juni tahun ini.

Kenaikan harga daging sapi beberapa waktu lalu, kata Febrio, tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat yang tinggi menjelang Lebaran. Kenaikan harga tersebut tinggi karena stoknya menipis. Namun pemerintah telah melakukan penugasan kepada Perum Bulog untuk melakukan upaya stabilitas harga daging.

"Mudah-mudahan ke depan bisa dikelola dengan baik," kata dia.

2 dari 2 halaman

Daya Beli Masyarakat Terjaga

masyarakat terjaga

Harga aneka cabai juga relatif terkendali sebab permintaan yang tinggi dari konsumen bersamaan dengan musim panen. Harga cabai rawit secara year to date (ytd) sudah lebih rendah.

Begitu juga dengan harga beras yang relatif terjaga. Hal ini berkat curah hujan dalam dua tahun terakhir masih cukup tinggi. Sehingga harga beras bisa dijaga dengan sangat terkendali.

"Share beras dalam IHK kita termasuk paling tinggi 3,33 persen," kata dia.

Dari berbagai perkembangan harga tersebut, Febrio menyimpulkan daya beli masyarakat relatif terjaga. Jika melihat inflasi di bulan April dibandingkan banyak negara lain, maka inflasinya relatif sangat rendah yakni hanya 3,5 persen.

Sebaliknya, pemicu kenaikan inflasi dalam 2 bulan terakhir dari sektor makanan-minuman, tembakau dan transportasi. Febrio memastikan meskipun tingkat inflasi merangkak naik, daya beli masyarakat tetap terjaga.

"Kita pastikan daya beli masyarakat terus terjaga," kata dia.

[bim]

Baca juga:
Inflasi Indonesia 2022 Diproyeksi Bisa Capai 6 Persen, ini Alasannya
Jangan Sampai Rugi, Ini Tips Investasi Tepat Sasaran di Tengah Tingginya Inflasi
Sri Mulyani Pastikan APBN Tetap Fleksibel Hadapi Kenaikan Inflasi
Inflasi RI di 2022 Diprediksi Capai 4,8 Persen
Saran Warren Buffett untuk Hadapi Dampak Inflasi Tinggi
Pemerintah Perlu antisipasi Revisi Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Global
Inflasi April 2022 Capai 0,95 Persen, Tertinggi Sejak Januari 2017

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini