Kemenhub Pastikan Kesiapan Kereta Api Nataru: 3.333 Sarana Tuntas Ramp Check untuk Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Kemenhub telah menuntaskan ramp check pada 3.333 unit sarana kereta api demi menjamin Kesiapan Kereta Api Nataru 2025-2026. Ini detail upaya Kemenhub wujudkan zero accident.
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merampungkan pemeriksaan kelaikan operasional atau "ramp check". Sebanyak 3.333 unit sarana perkeretaapian di seluruh Indonesia kini dinyatakan siap. Langkah ini merupakan bagian dari persiapan menyukseskan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Pelaksana Tugas Direktur Sarana Perkeretaapian DJKA Kemenhub, Jumardi, menyatakan, "Sebagai langkah preventif yang strategis, DJKA melalui Direktorat Sarana Perkeretaapian berhasil merealisasikan pemeriksaan kelaikan operasional (ramp check) terhadap 3.333 unit sarana perkeretaapian di seluruh Indonesia." Pelaksanaan ini dilakukan dengan standar ketat, mengacu pada regulasi keselamatan dan Standar Pelayanan Minimum (SPM).
Jumardi menegaskan bahwa keselamatan sektor perkeretaapian adalah prioritas utama Kemenhub. "Upaya ini adalah wujud kehadiran negara dalam memitigasi resiko sekecil apapun melalui penegakan regulasi keselamatan yang ketat,” ujarnya. Melalui pemeriksaan serentak ini, pihaknya ingin memastikan terwujudnya "zero accident" dan kenyamanan maksimal bagi masyarakat.
Pemeriksaan Menyeluruh Aspek Keselamatan dan Pelayanan
Pemeriksaan kelaikan operasional yang dilakukan DJKA mencakup dua dimensi vital yang tak terpisahkan. Aspek pertama adalah keselamatan, di mana tim pemeriksa mengacu pada Peraturan Menteri (PM) Nomor 24 Tahun 2015. Regulasi ini mengatur Standar Keselamatan Perkeretaapian yang harus dipenuhi oleh setiap sarana.
Dalam dimensi keselamatan, pengecekan detail dilakukan pada fungsi-fungsi krusial. Ini termasuk sistem pengereman, potensi keretakan roda, hingga perangkat "deadman device" pada lokomotif. Setiap komponen diperiksa secara cermat untuk memastikan tidak ada celah risiko yang dapat membahayakan perjalanan. Kemenhub berupaya keras memastikan Kesiapan Kereta Api Nataru dari sisi teknis.
Sementara itu, aspek pelayanan didasari oleh PM Nomor 48 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api. Tim lapangan memastikan kenyamanan penumpang terpenuhi secara optimal. Pengecekan meliputi fungsi pendingin udara (AC), kebersihan toilet, serta ketersediaan fasilitas keselamatan penumpang.
Jumardi menekankan bahwa Kemenhub melakukan pemeriksaan "ramp check" secara holistik. "Sinergi antara pemenuhan SPM dan Standar Keselamatan adalah kunci layanan transportasi yang manusiawi dan andal,” ujarnya. Hal ini memastikan kereta tidak hanya laik jalan secara teknis, tetapi juga memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan.
Skala dan Pelaksanaan Ramp Check Nasional
Proses "ramp check" yang digelar oleh DJKA berlangsung secara simultan dari tanggal 3 hingga 14 November 2025. Kegiatan masif ini melibatkan total 160 personel gabungan dari berbagai keahlian. Tim terdiri dari 31 Inspektur, meliputi Inspektur Ahli Madya, Muda, dan Pertama, serta didukung oleh 129 tenaga pendukung lapangan.
Secara keseluruhan, 3.333 objek sarana perkeretaapian telah diperiksa dalam periode tersebut. Realisasi ini mencakup 218 unit Lokomotif, 1.715 unit Kereta Penumpang (yang ditarik lokomotif), 1.311 unit Kereta Rel Listrik (KRL), dan 89 unit Kereta Rel Diesel (KRD). Angka ini menunjukkan komitmen Kemenhub dalam memastikan Kesiapan Kereta Api Nataru.
Pemeriksaan dilakukan secara tersebar di berbagai wilayah dengan dukungan penuh Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) setempat. BTP Jakarta, misalnya, memeriksa objek terbanyak di 15 lokasi, didominasi oleh 938 unit KRL untuk mobilitas Jabodetabek. Sementara itu, BTP Surabaya dan Semarang berfokus pada armada jarak jauh, mencakup ratusan lokomotif dan lebih dari 1.200 kereta penumpang.
Wilayah lain seperti BTP Bandung memeriksa 33 lokomotif dan 314 kereta. Di Sumatera, BTP Medan, Padang, dan Palembang bergerak serentak untuk memastikan keandalan sarana di lintas Sumatera. "Dengan selesainya proses ramp check ini, kami berharap penyelenggaraan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan dengan lancar. Kami juga meminta semua operator untuk segera menindaklanjuti catatan perbaikan sekecil apapun demi keselamatan kita bersama,” kata Jumardi.
Sumber: AntaraNews