Kemendag dan Kemenperin Dilebur di Kabinet Jokowi Periode II, Berikut Keuntungannya

Kamis, 17 Oktober 2019 19:04 Reporter : Merdeka
Kemendag dan Kemenperin Dilebur di Kabinet Jokowi Periode II, Berikut Keuntungannya Ekonom CORE Piter Abdullah. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah, menyetujui penggabungan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Menurutnya, persoalan industri dan perdagangan tidak bisa dipisahkan.

"Perdagangan dan perindustrian jalan terpisah itu sangat merugikan sekali. Di mana-mana di semua negara, industri itu jadi ujung tombak. Sehingga kebijakan perdagangan terutama perdagangan internasional harusnya bersifat suportif," ujarnya di Jakarta, Kamis (17/10).

Piter mencontohkan, jika pemerintah ingin fokus ke industri otomotif, maka kebijakan perdagangan internasionalnya harus bisa melindungi industri otomotif. Entah itu dengan membebaskan bahan baku yang masuk atau melarang pesaing beroperasi di Indonesia.

Saat ini, lanjut Piter, keran kebijakan perdagangan seluruhnya terbuka. Dampaknya, industri melemah dan terancam mati. "Jadi yang dibutuhkan itu sinergi. Sinergi itu mudah dilakukan kalau digabungkan (kemendag dan kemenperin). Tapi yang ditakutkan, apakah dengan menyatukan badan saja cukup? Takutnya meskipun sudah digabungkan, otaknya masih jalan sendiri-sendiri," tutur Piter.

Meski demikian, Piter mengatakan penggabungan ini bisa jadi langkah awal yang baik. Tapi, pemerintah juga harus bisa menjamin adanya keterikatan chemistry antara dua lembaga.

"Saya maklum kenapa digabungkan. Kita ini sulit koordinasi. Apalagi dia di posisi kementerian yang berbeda. Harapannya jika sudah di bawah satu kementerian jadi lebih mudah bersinergi," tutupnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini