Kemendag catat transaksi selama TEI 2017 capai Rp 19,06 triliun

Senin, 6 November 2017 17:08 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Kemendag catat transaksi selama TEI 2017 capai Rp 19,06 triliun Mendag Enggartiasto Lukita. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, ajang pameran dagang terbesar Trade Expo Indonesia (TEI) 2017, mampu menarik 27.711 orang pengunjung dari 117 negara. Total transaksi pada pameran tersebut mencapai USD 1,41 miliar atau setara Rp 19,06 triliun (USD 1=Rp 13.522). Jumlah total transaksi ini meningkat sebesar 37,36 persen dibandingkan hasil transaksi TEI 2016, yang tercatat sebesar USD 1,02 miliar.

"Kesuksesan ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya pengunjung yang mencapai 27.711 orang 117 negara selama 5 hari pelaksanaan TEI 2017. Jumlah ini naik 78 persen tahun 2016 sebanyak 15.567 orang. Negara dengan jumlah pengunjung tertinggi pada TEI 2017 selain Indonesia, berasal dari Jepang, Afganistan, Arab Saudi, India, dan Malaysia," ujar Menteri Enggar di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (6/11).

Menteri Enggar mengatakan sebanyak 1.108 pelaku usaha ikut berpartisipasi dalam TEl 2017. Negara-negara dengan nilai transaksi produk terbesar selama TEl 2017 yaitu Laos sebesar USD 588 juta (45,82 persen), India USD 104,29 juta (8,13 persen), Mesir USD 83,01 juta (6,47 persen), Arab Saudi USD 73,60 juta (5,74 persen), dan Italia sebesar USD 64,87 juta (5,06 persen).

Sementara itu, untuk perolehan transaksi produk barang pada TEI 2017 mencapai USD 1,28 miliar. Angka tersebut meningkat 55,91 persen dibandingkan hasil transaksi TEI 2016 sebesar USD 823,06 juta.

"Batu bara menjadi produk unggulan Indonesia yang menempati posisi pertama perolehan transaksi produk di TEI 2017. Transaksinya mencapai USD 588 juta atau 45,82 persen dari total transaksi produk," ujarnya.

Produk-produk lainnya yang menarik minat buyers pada pameran tersebut antara lain kopi yang menghasilkan transaksi sebesar USD 91,62 juta (7,14 persen), minyak esensial sebesar USD 80,43 (6,27 persen), makanan olahan USD 78,61 juta (6,13 persen), dan CPO sebesar USD 69,58 juta (5,42 persen).

Menteri Enggar menambahkan lokasi penyelenggaraan yang baru mendukung TEI dapat terlaksana lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. "Lokasi yang lebih representatif untuk pameran tingkat internasional dan penataan zonasi produk sesuai permintaan pasar dibuat lebih baik dan menarik sesuai dengan standar internasional. Sehingga kenyamanan dalam bertransaksi dan bernegosiasi bisnis dapat dilakukan," jelasnya.

Sementara, berdasarkan data dari badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), permintaan pada sektor jasa pada TEI 2017 ini sebesar USD 41,37 juta, sedikit menurun dibanding perolehan tahun lalu sebesar USD 48,53 juta atau menurun 14,76 persen.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda mengatakan dengan mengusung konsep business to business (B2B), TEI 2017 juga telah memfasilitasi terlaksananya penandatanganan 37 misi pembelian dari 19 negara. Nilai transaksinya mencapai USD 231,87 juta atau naik sebesar 11,50 persen jika dibandingkan TEI 2016 yang sebesar USD 207,96 juta.

Nilai transaksi tertinggi berdasarkan urutan negara pada misi pembelian TEI 2017, yaitu Arab Saudi, Malaysia, Mesir, Thailand, Australia, India, Brasil, Belgia, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Singapura, Spanyol, Afrika Selatan, Nigeria, Taiwan, dan Belanda.

"Rangkaian proses transaksi yang dilakukan selama TEI terus berlanjut. Masih ada buyer yang akan menindaklanjuti beberapa transaksi pembelian diluar pameran," tandasnya. [bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini