Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kecamatan Anak Tuha di Lampung disiapkan jadi sentra bawang merah

Kecamatan Anak Tuha di Lampung disiapkan jadi sentra bawang merah Ilustrasi bawang merah. Shutterstock/Tei Sinthipsomboon

Merdeka.com - Harga komoditas bumbu dapur seperti bawang merah cukup bergejolak beberapa bulan ini. Sempat naik hingga Rp 50.000 per kilogram, harga bawang merah kemudian turun hingga Rp 20.000 per kilogram di tingkat petani.

PT Santosa Agrindo (Santori), anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) mempunyai cara agar stok bawang bisa stabil rendah di pasaran. Perusahaan mengembangkan sentra bawang di Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.

"Selain bertujuan untuk mendukung program pemerintah terutama Kementrian Pertanian, ini juga bentuk komitmen Santori terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi usaha," ucap Head of Unit Santori Bekri, ZamZam Qodaruddin dalam keterangannya dikutip merdeka.com di Jakarta, Jumat (28/7).

Saat ini, sentra bawang di lokasi demplot di feedlot Santori di Kecamatan Anak Tuha masuk musim panen. Panen bawang tersebut merupakan tahap pertama dari program pemberdayaan masyarakat dari Santori untuk mengembangkan Bawang di Anak Tuha.

"Kita memanem sekitar 2,1 ton bawang merah dari luasan lahan sekitar 0,5 hektar, nantinya bawang ini akan diolah untuk menjadi bawang bibit," tambahnya.

Selanjutnya, bawang bibit ini akan digunakan untuk mengembangkan ujicoba di lahan petani dan ditanam kembali di demplot. Rencananya, terdapat sekitar 20 orang petani yang akan menerima manfaat langsung dari program. Bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Santori memberikan pelatihan kepada calon petani mitra mengenai dasar tehnik bertanam bawang.

"Sepanjang kegiatan panen ini kami juga melibatkan para calon petani mitra agar mereka juga mendapatkan pengalaman langsung. selain pelatihan dalam kelas, petani mitra juga akan mendapatkan pelatihan lapangan mulai dari pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga nantinya pengolahan masa panen."

Program pengembangan sentra bawang di Anak Tuha selain bertujuan untuk mendukung program pemerintah terutama Kementerian Pertanian, juga merupakan bentuk komitmen santori terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi usaha.

Head of Social Investment Dept Japfa, R. Artsanti mengatakan, program pengembangan Bawang di Anak Tuha dilakukan dengan model pengembangan kelompok tani dan berdasarkan prinsip bantuan bibit bergulir. Sehingga nantinya penerima manfaat akan terus dapat berkembang setelah selesai satu putaran program.

"Pendekatan social investment mendorong agar program di masyarakat dapat berlangsung secara berkesinambungan dan mandiri," jelasnya.

Program pengembangan Bawang di Anak Tuha dilakukan dengan model pengembangan kelompok tani dan berdasarkan prinsip bantuan bibit bergulir. Sehingga nantinya penerima manfaat akan terus dapat berkembang setelah selesai satu putaran program.

"Pilihan Japfa untuk mengembangkan bawang di Anak Tuha terutama karena harga jual bawang yang cenderung stabil, sehingga nantinya dapat mendorong kesejahteraan petani di sekitar lokasi usaha," katanya.

Santori memiliki produksi pupuk kandang dalam jumlah besar, sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani sekitar. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pupuk kandang tersebut hanya diberikan untuk petani yang memiliki kebun.

"Kami berharap program ini berkesinambungan karena terintegrasi dengan kegiatan bisnis Santori di Anak Tuha."

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP