Kawasan Industri di Tayan akan Gunakan Listrik dari PLTA

Selasa, 10 Desember 2019 16:34 Reporter : Merdeka
Kawasan Industri di Tayan akan Gunakan Listrik dari PLTA PLTA. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, 10 unit Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan total kapasitas 10.830 MW akan dibangun di Kalimantan Utara oleh konsorsium Serawak Energi, Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), dan China. Pembangunan ini untuk memasok kebutuhan energi kawasan industri Tayan.

"Kita akan mulai kontruksi 2-3 tahun ke depan. Hampir 11.000 MW hydro power di Kalimantan kita punya," kata Luhut di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (10/12).

Listrik dari pembangkit energi bersih tersebut akan memasok kawasan industri di Tayan yang isinya terdapat fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter), tarif listrik dari PLTA tersebut lebih murah sehingga dapat menarik investasi.

"Yang berkembang kita punya 10 titik PLTA di Kalimantan kita mau bikin industri di sekitar Kaltara," ujarnya.

Menurut Luhut, dengan energi murah daya tarik investasi di Indonesia tidak akan tersaingi negara lain. Sebab, 35 persen biaya operasional dari smelter berasal dari listrik. "Kalau energinya murah kayak Indonesia. Ya siapa yang mau lawan kita selama ini tidak tahu di bodoh-bodohin saja," tandasnya.

Baca Selanjutnya: Pengembangan Energi Terbarukan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini