Kata Kepala BATAN soal peluang kehadiran pembangkit listrik tenaga nuklir di RI

Rabu, 4 Juli 2018 14:49 Reporter : Irwanto
Kata Kepala BATAN soal peluang kehadiran pembangkit listrik tenaga nuklir di RI Ilustrasi PLTN. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengakui pemanfaatan teknologi nuklir untuk energi di Indonesia masih tersendat. Akibatnya, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tak kunjung terealisasi.

Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto mengungkapkan, pada Kebijakan Energi Nasional (KEN), energi nuklir masih dijadikan pilihan terakhir dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Padahal, berbagai studi dan kajian terhadap perencanaan pembangunan PLTN telah selesai dilakukan.

"Status PLTN memang belum menggembirakan, artinya masih menjadi pilihan terakhir. Apalagi di dua tahun ini merupakan tahun politik sehingga banyak pemangku kepentingan yang enggan berkomitmen dalam mendukung perkembangan PLTN di Indonesia," ungkap Djarot di Palembang, Rabu (4/7).

Menurut dia, energi nuklir sebenarnya dapat menjadi pilihan untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan energi listrik nasional. Namun dibutuhkan komitmen jangka panjang, konsistensi, capacity building, dan sosialisasi yang harus terus dilakukan kepada masyarakat.

"Rencana pembangunan PLTN sudah sejak 40 tahun lalu, tetapi sekarang masih proses banyak perizinan yang perlu dilakukan. Perlu diluruskan, energi nuklir aman dan yang kita bangun bukan untuk persenjataan," ujarnya.

Dia mengatakan, ada beberapa daerah yang diajukan ke pemerintah untuk membangun PLTN, yakni Jepara, Bangka Barat, dan Bangka Selatan. Sementara potensi bahan baku uranium terdapat 70 ribu ton yang tersebar di Kalimantan Barat, Bangka, dan Mamuju.

"PLTN itu nantinya bersifat komersial, bisa memenuhi kebutuhan energi listrik industri juga," kata dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir BATAN, Geni Rina Sunaryo mengatakan, energi nuklir tidak hanya bisa menghasilkan listrik tetapi juga memproduksi tenaga uap panas yang bisa dimanfaatkan industri. Pihaknya sedang mendesain reaktor daya sesuai dengan kebutuhan dan pemanfaatan dalam negeri.

"Sebenarnya anak bangsa mampu mengembangkan energi nuklir, sangat bersaing dengan negara tetangga," pungkasnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini