Kartu Pra Kerja Diluncurkan, Solusi Alternatif Dampak Virus Corona

Jumat, 20 Maret 2020 16:18 Reporter : Merdeka
Kartu Pra Kerja Diluncurkan, Solusi Alternatif Dampak Virus Corona Menko Airlangga. istimewa ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi resmi meluncurkan kartu pra kerja sebagai salah satu solusi alternatif bagi masyarakat yang terdampak langsung wabah virus corona atau Covid-19. Program ini diluncurkan melalui situs www.prakerja.go.id dan bekerja sama dengan delapan mitra digital dan tiga mitra pembayaran.

"Dalam sistem Kartu Pra kerja, pesertanya dapat memilih pelatihan secara daring (online) sesuai minat masing-masing untuk meminimalisasi dampak Covid-19. Program ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan skill baru (skilling), meningkatkan keterampilan di bidang yang ditekuni (upskilling), atau mendapatkan keterampilan di bidang baru (reskilling)," kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (20/3).

Peluncuran program ini dilakukan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari. Peluncuran didahului penandatanganan Nota Kesepahaman dengan mitra resmi dan market place yakni Tokopedia, Bukalapak, Telkom Indonesia, Mau Belajar Apa, Ruang Guru, Haruka EDU, Sekolah.mu, dan Sisnaker. Serta tiga mitra pembayaran LinkAja, OVO, dan BNI.

"Kartu Prakerja bekerja sama dengan market place untuk memudahkan masyarakat mencari, memilih, dan memberikan evaluasi bagi lembaga-lembaga pelatihan. Supaya nantinya program ini bisa selalu relevan dan terus berkesinambungan," kata Airlangga.

Selain secara online, pendaftaran secara offline atau langsung memang disiapkan. Pada tahap awal, ada empat daerah yang dikhususkan yakni Kepulauan Riau, Bali, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur khususnya Surabaya. Keempat daerah tersebut dinilai bisa mendapatkan dampak ekonomi langsung dari adanya wabah Covid-19 karena mengandalkan sektor industri manufaktur dan pariwisata.

"Dua minggu ini kami akan sosialisasi dulu, nanti di dalam website akan dijelaskan skema pendaftarannya. Untuk pelatihan secara langsung, tiap kelas akan dibatasi 20 orang dulu demi mencegah perluasan wabah Covid-19 ini," kata Airlangga melanjutkan.

Baca Selanjutnya: Dibuka Awal April...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini