Kaleidoskop 2018: Pertemuan IMF-World Bank Bali, Momentum Unjuk Gigi RI Pada Dunia

Sabtu, 29 Desember 2018 07:00 Reporter : Anggun P. Situmorang
Kaleidoskop 2018: Pertemuan IMF-World Bank Bali, Momentum Unjuk Gigi RI Pada Dunia Penutupan pertemuan IMF-World Bank.
3. Lebih Mudah 'Jual' RI ke Investor

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan perhelatan IMF-World Bank (WB) Annual Meeting di Bali memberikan dampak yang sangat positif bagi iklim investasi di Indonesia. Pertemuan tersebut, kata dia, sangat penting dalam terbangunnya citra positif Indonesia di mata dunia. Dengan demikian, menarik peluang investasi dari luar.

"Sangat banyak, kita di dunia internasional (pertemuan) di Korea, 2 hari lalu itu sangat mudah menjual peluang di Indonesia," kata dia, di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (18/12).

"Saya berpikir kenapa kita tidak menjadi pemain global. Trust sudah dicapai, kita tinggal bagaimana mengejar mereka udah tidak susah lagi. Karena IMF-World Bank Annual Meeting kasih rekomendasi yang paling tinggi untuk Indonesia," lanjut dia.

Ketua Panitia Nasional Penyelenggaraan IMF-WB ini mengatakan beberapa perusahaan bahkan sudah secara terang-terangan menunjukkan minat untuk berinvestasi di Indonesia. Sebagai contoh, Menko Luhut menyebut produsen mobil asal Korea Selatan, Hyundai telah menyatakan minat untuk berinvestasi di sektor industri mobil listrik.

"Kemarin kita ke Korea Selatan. Katanya Hyundai mau relokasi mobil listriknya ke Indonesia untuk membuat Indonesia menjadi hub," jelasnya.

Selain akibat perhelatan IMF-World Bank Annual Meeting di Bali, tentu juga disebabkan potensi industri lithium battery di Indonesia yang sedang tumbuh. "Karena indonesia mempunyai produksi lithium battery yang kita kerjasamakan dengan perusahaan China produsen lithium battery terbesar di dunia yang bersaing dengan LG dan Panasonic. Lalu LG dia juga mau dan Panasonic," ujarnya.

Kepada industri yang telah menyatakan minat tersebut, kata Menko Luhut, Indonesia menjamin proses perizinan yang cepat dan transparan. "Hyundai tanya bagaimana license (perizinan), saya bilang saya yang urus. Pokoknya saya bilang bawa duit dan teknologi dan Indonesia terlibat. Saya bilang bawa timmu. Saya akan minta kementerian terkait supaya urus jadi cepat selesai," ungkapnya.

"Sehingga jangan ada lagi sogok-menyogok ditangkap KPK lagi. Jadi saya yang urus. Sambil tunggu OSS selesai dikerjakan. Indonesia itu akan sangat transparan. Dengan OSS selesai, itu akan membypass proses perizinan tidak akan ada lagi KKN," tandasnya.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini