Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kadin sebut ada perusahaan kuasai tata niaga kedelai

Kadin sebut ada perusahaan kuasai tata niaga kedelai Perajin kedelai. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) turut bersuara soal dugaan praktik kartel pangan. Khususnya pada tata niaga kedelai yang membuat harga bahan baku tempe itu melonjak drastis.

Ketua lembaga pengkajian penelitian dan pengembangan ekonomi (LP3E) Kadin Didik J. Rachbini mengatakan ada kuat dugaan indikasi kartel kedelai Indonesia yang menyebabkan melonjaknya harga kedelai sekarang ini.

Didik menyebut pangkal masalahnya di Kementerian Perdagangan, terutama dalam kaitan pemberian jatah impor. Sebab, Badan urusan Logistik (Bulog) justru mendapat izin mengimpor kedelai tak banyak.

"Kuat dugaan indikasi kartel itu ada, dalam kuota impor yang diberikan pemerintah baru baru ini bulog dapet sedikit, seharusnya Bulog menjadi terdepan dapat impor yang banyak," jelas Didik saat diskusi di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (6/13).

Didik mengaku ada beberapa perusahaan yang diberi kewenangan oleh pemerintah untuk leluasa dalam hal impor kedelai. Namun ada satu yang sangat dianakemaskan Kementerian Perdagangan.

"Perusahaan berinisial F sebagai pemain utama impor kedelai. Perusahaan F itu nampaknya di prioritaskan. Di dalam penerima kouta itu yang lain ngikut juga," ujarnya tanpa merinci lebih lanjut.

Pendapat Kadin senada dengan dugaan awal Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Memang keberadaan jaringan pengusaha yang menahan pasokan belum terbukti, tapi ada aspek kelemahan dalam kebijakan Kementerian Perdagangan.

Ketua KPPU Nawir Messi menyatakan pihaknya masih menyelidiki indikasi tersebut.

"Kami belum bisa menyimpulkan ada kartel kedelai, tapi dugaan kita adalah persoalan kebijakan," ujar Messi pada merdeka.com, kemarin. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP