Jokowi bikin pengangguran berkurang namun upah buruh menurun
Merdeka.com - Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan sejak awal Presiden Joko Widodo telah menarik kepercayaan dan harapan kepada masyarakat, dengan menjanjikan adanya revolusi mental dan kebijakan pembangunan.
"Kita telah berpuasa berpuluh-puluh tahun untuk meraih janji kemerdekaan dan menikmati kesejahteraan," kata Enny, Sabtu (22/10), di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat.
Dia menambahkan, ada beberapa perbaikan yang dilakukan pemerintah selama ini, salah satunya di bidang ekonomi. Namun, perbaikan tersebut belum meningkat signifikan.
"Ekonomi bukanlah sesuatu yang instan. Tidak bisa dari yang tadinya terpuruk menjadi langsung baik. Minimal ada tren untuk mengarah kebaikan," imbuhnya.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran selama masa pemerintahan Jokowi-JK cenderung menurun. Tetapi di sisi lain angka pendapatan buruh juga ikut menurun, di mana upah riil buruh pertanian menurun 4,35 persen sedangkan buruh pembangunan 2,28 persen.
Dia menilai, hal tersebut disebabkan oleh menurunnya upah buruh yang menimbulkan ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga, membuat anak dan istri para pekerja ikut bekerja untuk mencukupi kebutuhan.
Selain itu, inflasi selama masa pemerintahan Jokowi-JK memang menurun, tetapi kebutuhan pokok luar biasa meningkat. Bukan hanya itu, produktivitas di negeri ini juga mengalami penurunan selama 3 tahun terakhir, seperti ekspor Indonesia yang menurun dari 29 persen menjadi 21 persen.
"Padahal komoditas internasional turun, hanya kita yang mengalami kenaikan," jelasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya