Jelang diresmikan, LRT Palembang bakal ditinjau langsung Jokowi

Jumat, 13 Juli 2018 10:32 Reporter : Merdeka
jokowi tinjau proyek lrt. ©2015 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Presiden RI Joko Widodo hari ini berkunjung ke Palembang, Sumatra Selatan. Di sana, Jokowi akan melihat langsung kesiapan pengoperasian Light Rail Transit (LRT).

"Pembangunan LRT Sumsel dilaksanakan untuk melayani kebutuhan transportasi massal untuk masyarakat di wilayah Sumatera Selatan serta dalam rangka mendukung perhelatan besar Asian Games 2018 yang berpusat di Jakarta dan Palembang," kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri dalam keterangannya, Jumat (13/7)

Pembangunan LRT Sumsel telah dimulai sejak tahun 2015 lalu. Pembangunan LRT Sumsel ini merupakan implementasi dari program pembangunan perkeretaapian yang tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) Tahun 2030 yang disusun oleh Kementerian Perhubungan.

Ini kemudian semakin dikuatkan dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2015 yang mengalami perubahan menjadi Perpres Nomor 55 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit di Provinsi Sumatera Selatan, menjadi dasar kebijakan dimulainya pembangunan LRT Sumsel.

Dengan alokasi pembiayaan yang berasal dari APBN sebesar Rp 10,9 triliun, jalur LRT Sumsel akan menghubungkan Bandara Internasional Mahmud Badaruddin II menuju kawasan Jakabaring sport city serta stasiun tujuan akhir, Sta. DJKA sepanjang 22,3 Km.

Pada saat dioperasikan, terdapat 13 stasiun pemberhentian, terdiri atas : Sta. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin, Sta. Asrama Haji, Sta. Punti Kayu, Sta. RSUD, Sta. Garuda Dempo, Sta. Demang, Sta. Bumi Sriwijaya, Sta. Dishub, Sta. Cinde, Sta. Ampera, Sta. Polresta, Sta. Jakabaring dan Sta. DJKA.

Pada saat dioperasikan, lama waktu berhenti di setiap stasiun kurang lebih 40 detik. Khusus di Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II yang merupakan stasiun awal serta Stasiun DJKA yang merupakan stasiun tujuan akhir (begitupun sebaliknya) lama waktu berhenti adalah sekitar 5 menit.

Adapun waktu tempuh perjalanan LRT Sumsel dari Sta. Bandara hingga Sta. DJKA adalah 49 menit, dengan pengaturan headway antar kereta 17 menit. "Sehingga dalam satu hari akan ada 108 perjalanan LRT Sumsel dengan menggunakan 6 trainset LRT," tambah Zulfirkri.

Waktu pengoperasian LRT Sumsel ini dimulai pukul 04.00 WIB dan berakhir pukul 22.20 WIB, sehingga lama waktu operasi LRT Sumsel adalah 18 jam 20 menit.

Dibangun dengan konsep konstruksi elevated track (jalur layang), LRT Sumsel menjadi LRT yang pertama kali dibangun serta dioperasikan di Indonesia.

"Hal tersebut di atas menjadi catatan sejarah baru bagi pengembangan perkeretaapian Indonesia. Patut mendapatkan apresiasi, karena LRT Sumsel ini merupakan karya putra-putri Indonesia. Sejak dimulainya tahapan konstruksi, pembangunan fasilitas operasi, pembangunan stasiun, penyediaan sarana train set LRT, tahapan pengujian prasarana dan sarana hingga pengoperasian LRT Sumsel ini, semuanya dilakukan oleh putra-putri terbaik Indonesia," pungkasnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini