Jasa Marga latih petugas jalan tol jadi wirausaha

Sabtu, 28 Oktober 2017 21:30 Reporter : Saugy Riyandi
Jasa Marga latih petugas jalan tol jadi wirausaha E-Tollpass. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - PT Jasa Marga (Tbk) memberikan pelatihan dalam program A-Life atau Alih Profesi terhadap petugas tol yang ingin mengembangkan minat di bidang lain seiring penerapan sistem pembayaran non tunai jalan tol. Salah satu pelatihannya, petugas jalan tol dibekali minat kembangkan wirausaha.

"Program pelatihan kami sudah berjalan. Ini sudah disuruh milih jabatannya kemana? Misalnya ingin jadi 'inspector maintenance', lalu ajukan syaratnya apa. Ketika 'apply' akan diberikan pelatihan," ujar Direktur SDM dan Umum Jasa Marga, Kushartanto Koeswiranto dikutip Antara, Sabtu (28/10).

Dia menjelaskan, Jasa Marga sudah berkomitmen untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawan atau petugas tol yang terdampak dari kebijakan elektronifikasi jalan tol tersebut. Menurutnya, komitmen tersebut untuk pengembangan bisnis yang tentunya akan menyerap banyak karyawan. Dalam tiga tahun ke depan, Jasa Marga menargetkan akan mengoperasikan 600 kilometer (km) jalan tol baru.

Selain itu, Kushartanto juga menyebutkan rencana pengembangan transit oriented development (TOD) pada rest area yang nantinya dilengkapi hotel serta berbagai fasilitas lengkap yang nyaman dan bersih untuk pengguna jalan tol. Dengan banyaknya rencana bisnis tersebut, tentunya diperlukan banyak tenaga kerja, khususnya karyawan Jasa Marga yang beralih profesi.

Adapun Jasa Marga saat ini memiliki sekitar 4.200 karyawan, 1.000 di antaranya merupakan petugas tol. Namun perusahaan memberi kesempatan bagi karyawan yang ingin alih profesi melalui program A-Life. Jasa Marga menawarkan dua pilihan alih profesi kepada karyawannya. Pertama, alih profesi ke unit kerja atau anak perusahaan. Kedua alih profesi menjadi wirausaha.

"Perubahan teknologi membuat ada kebutuhan baru. Syaratnya yang penting anda mau maju. Urusan pintar itu urusan kami. Yang penting anda punya niat mau maju," jelasnya. [sau]

Baca juga:
Jasa Marga klaim masyarakat lebih senang bayar tol pakai kartu

24 Oktober 2017, transaksi non-tunai di jalan tol capai 91 persen

Pembayaran elektronik Indonesia kalah dibanding Malaysia dan India

29 Oktober, gerbang tol Jakarta-Cikampek tak terima pembayaran tunai

Triwulan III 2017, pengguna e-money Bank Mandiri capai 10,82 juta

Pembayaran non tunai diterapkan, ribuan petugas tol tetap terancam kena PHK

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini