Jasa Marga Jaga UMKM dengan Inovasi di Rest Area

Jumat, 5 Maret 2021 22:35 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Jasa Marga Jaga UMKM dengan Inovasi di Rest Area rest area terapkan parkir mobil berjarak. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Rest area jalan tol bukan sekedar tempat melepas lelah sementara. Lokasi ini bahkan sudah menjadi rumah kedua. Khususnya bagi pedagang skala usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Siang malam para pedagang ini berjuang. Menanti pelanggan agar bisa melanjutkan hidup ke depan.

Sudah setahun belakangan ini, para pedagang UMKM di rest area merasakan dampak luar biasa. Pandemi Covid-19 adalah penyebabnya. Beragam kebijakan pembatasan membuat mereka harus bertahan dengan kemampuan seadanya.

Ketika awal pandemi pada Maret 2020, sudah banyak momen libur panjang dilewati. Seharusnya ini menjadi ladang panen para pedagang UMKM di rest area. Sayangnya tahun pandemi itu berbeda. Tidak banyak pelanggan yang singgah.

"Sepi banget pas libur Lebaran. Mungkin karena ada aturan pembatasan juga saat itu. Tapi sekarang sudah lebih baik," ujar seorang pelayan di area pedagang UMKM rest area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek kepada merdeka.com pada awal Maret 2021 lalu.

pembatasan waktu di rest area selama pandemi

Pembatasan Waktu di Rest Area Selama Pandemi © merdeka.com/Liputan6.com/Angga Yuniar

Aturan larangan mudik dalam Permenhub Nomor 25 Tahun 2020, memang menunjukkan adanya penurunan keluar masuk wilayah Jabodetabek selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2020. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat mengalami penurunan hingga 70 persen di bandingkan tahun lalu. Kondisi itu terlihat dari suasana jalan tol maupun non tol.

Akibatnya penurunan arus kendaraan itu, omzet pedagang di rest area juga ikut menurun. Penurunan diperkirakan sampai 80 persen dibandingkan hari biasa.

Situasi di masa pandemi Covid-19 memang menjadi dilema. Termasuk bagi para pengelola jalan tol. Seperti dirasakan PT Jasa Marga (persero). Meski begitu, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini turut ambil bagian melakukan pencegahan.

Jasa Marga tidak pernah bosan mengimbau pengguna jalan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Terutama di area tempat istirahat (rest area). Lokasi ini memang menjadi perhatian perseroan untuk melakukan langkah antisipasi penyebaran virus corona. Melalui anak usahanya, Jasamarga Related Business (JMRB), mereka menekankan penerapan protokol kesehatan secara ketat di seluruh Rest Area Jasa Marga.

Adapun upaya menjalankan protokol kesehatan secara menyeluruh, di antaranya penerapan physical distancing dan protokol COVID-19 secara ketat. Pembatasan kapasitas parkir juga diterapkan. JMRB menerapkan maksimum 50 persen.

"Kami juga membatasi waktu singgah pengunjung, menambah fasilitas peturasan (tempat buang air kecil) portabel di beberapa lokasi rest area, dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam pengaturan lalu lintas," kata Direktur Pengelolaan Gedung dan Fasilitas JMRB Tita Paulina dalam keterangannya.

rapid test antigen di rest area km 57 tol cikampek

Rapid test antigen di rest area KM 57 Tol Cikampek ©merdeka.com/Liputan6.com/Herman Zakharia

Dalam masa pandemi ini, Jasa Marga juga mendukung pelaksanaan random check rapid antigen. Untuk menyukseskan itu, perseroan menyediakan sejumlah titik lokasi di rest area yang dibutuhkan untuk pelaksanaan. Termasuk bekerja sama dengan berbagai instansi terkait.

Berbagai langkah pencegahan ini sesuai Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Nomor 3 tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021. Selain itu Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dengan Transportasi Darat Selama Masa Natal Tahun 2020 Dan Tahun Baru 2021 Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease (COVID-19).

Memberi Peluang Lebih Besar Untuk UMKM

Penanganan virus corona memang masih menjadi fokus pemerintah. Beragam kebijakan dilakukan agar Indonesia kembali bangkit dari keterpurukan ekonomi. Salah satu upaya didorong yaitu, memberdayakan pelaku UMKM.

Beragam stimulus telah diberikan pemerintah. Bukan hanya itu, Presiden Joko Widodo bahkan sampai mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan pengusaha jalan tol mengalokasikan minimal 30 persen lahan di rest area untuk pelaku UMKM. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2021 tentang jalan tol, sekaligus turunan dari aturan pelaksana Undang-Undang (UU) Cipta kerja.

Melalui aturan yang diteken Presiden Jokowi pada 2 Februari 2021, ini mewajibkan para pengusaha jalan tol mengakomodasi pelaku UMKM melalui pola kemitraan. Selain itu, mereka juga harus memberi kemudahan dan keringanan.

Kemudahan bagi pelaku UMKM juga didorong Kementerian Koperasi dan UKM. Kebijakan ini juga tertuang PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM yang resmi diundangkan sebagai bagian UU Cipta Kerja. Dalam bleid itu juga mengatur tentang pengalokasian 30 persen area infrastruktur publik bagi koperasi dan UMKM.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengharapkan masuknya koperasi dan UMKM ke infrastruktur publik seperti bandara, rest area, dan stasiun kereta api akan meningkatkan daya saing dan omzet pelaku UMKM. Dia juga menekankan pelaksanaan pelatihan kewirausahaan yang lebih mengedepankan sistem inkubasi. "Melalui PP ini, pemerintah bukan hanya regulator, tetapi pendamping, motivator, dan partner bagi calon wirausaha pemula," ujar Teten di Jakarta.

Sejalan dengan dua kebijakan tersebut, Jasa Marga menegaskan sudah menerapkan kebijakan tersebut. Perseroan menilai bahwa aturan ini justru akan membuat antara pelaku UMKM dan non-UMKM bisa saling melengkapi.

Melalui JMRB selaku anak usaha, perseroan mengaku sudah memfasilitasi lebih dari 30 persen UMKM di setiap rest area. Upaya ini diharapkan menjadikan para pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitasnya.

"Harapannya UMKM dapat meningkatkan kualitas produk dan penyajian, konsumen bisa mendapatkan banyak alternatif pilihan produk yang beragam," kata Corporate Secretary Jasa Marga M. Agus Setiawan kepada merdeka.com pada Jumat, 5 Maret 2021.

Dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2020, menyebut sebanyak 55 persen pelaku usaha menunjukkan ketidaktahuan berapa lama dapat bertahan. Kemudian 26 persen lainnya mengaku optimis bertahan di tengah pandemi covid-19. Kemudian 19 persen lainnya mengaku bisa bertahan selama tiga bulan sejak Juli 2020. Melalui survei tersebut, juga ditemukan sebanyak 69 persen pelaku UMKM membutuhkan bantuan modal usaha.

Hasil ini merupakan survei terhadap responden yang dilakukan 10 Juli hingga 26 Juli 2020. Koresponden terlibat dalam survei sebanyak 34.559 responden. Terdiri dari 25.256 pelaku UMK dan 6.821 pelaku UM, kemudian sektor pertanian 2.482.

Inovasi dan Digitalisasi Rest Area

Demi mendukung pencegahan penyebaran virus Covid-19, Jasa Marga kini terus mempercepat proses transformasi digital ekosistem rest area sejak November 2020. JMRB selaku anak usaha bahkan berkolaborasi dengan PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) dalam pelaksanaannya. Salah satu implementasi dari kerja sama itu, yakni sistem pembayaran non-tunai (cashless) berbasiskan QRIS.

Kedua pihak meyakini bahwa pemberdayaan pelaku UMKM menggunakan teknologi digital terkini serta sistem pembayaran cashless bisa memberikan nilai tambah yang optimal. Mereka juga optimis bahwa kolaborasi strategis ini sangat baik mendukung bisnis PT Jasa Marga selaku induk usaha.

"Kolaborasi ini diharapkan bisa menghadirkan sinergi yang baik dan produktif dalam pengembangan dan pengelolaan rest srea dengan pemberdayaan para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMKM) lokal secara lebih baik," jelas Direktur Utama Jasamarga Related Business Cahyo Satrio Prakoso dalam keterangannya.

pembatasan waktu di rest area selama pandemi

Pembatasan Waktu di Rest Area Selama Pandemi © merdeka.com/Liputan6.com/Angga Yuniar

Memasuki usia ke-43 pada 1 Maret 2021, PT Jasa Marga terus bergerak maju dan memberikan kontribusi yang maksimal bagi pengembangan infrastruktur jalan tol. Mengusung tema 'Transformasi dan Inovasi untuk Indonesia Maju', perusahaan ini optimis menghadapi pandemi Covid-19 yang telah memberikan tekanan cukup signifikan kepada perseroan.

Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur dalam acara bertajuk 'Virtual Roadster Festival', menyebut tantangan utama dihadapi perseroan pada tahun 2020 adalah dampak penurunan volume lalu lintas cukup signifikan. Kondisi sebenarnya sudah diprediksi sejak awal pandemi. Sehingga pencegahan sudah dilakukan sedini mungkin.

Adapun ragam upaya dilakukan Jasa Marga untuk menjaga kinerja Perseroan, di antaranya prioritisasi program kerja, efisiensi dan pengendalian beban usaha dan belanja modal, menyiapkan skema menjaga likuiditas, serta berbagai upaya lainnya. "Sehingga Insya Allah, capaian kinerja Perseroan di tahun 2020 masih positif," kata Subakti.

Subakti menegaskan Jasa Marga akan terus konsisten melakukan transformasi dan inovasi pada semua lini bisnis. Diharapkan langkah ini bisa melahirkan banyak inovasi baru, pengembangan teknologi, dan meningkatkan pelayanan lebih baik lagi ke depannya. "Untuk itulah dalam semangat 43 tahun Jasa Marga, kami terus berinovasi dan mengawal transformasi," ujar dia menegaskan. [ang]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jasa Marga
  3. Tol
  4. Rest Area
  5. UMKM
  6. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini