Investasi masih jadi roda utama pertumbuhan Indonesia tahun ini
Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan untuk saat ini pertumbuhan ekonomi dunia masih dalam masa krisis. Ini akan menjadi tantangan Indonesia yang menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 5,1 persen.
Maka dari itu, pemerintah akan memfokuskan roda pertumbuhan pada sektor investasi. "Kita tidak bisa push konsumsi pertumbuhannya terlalu banyak karena ada batasnya. Jadi investasi di Indonesia harus ramah," tutur Menteri Bambang di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (2/2).
Menurutnya pemerintah fokus pada tiga sektor prioritas untuk investasi di Indonesia yakni manufaktur, pertanian dan pariwisata. Hal ini bisa dilihat dari regulasi kebijakan dan pengalokasian belanja negara.
"Kenapa manufaktur? Antisipasi slow down harga komoditas. Indonesia mempertimbangkan untuk menjadi negara industrialisasi," ujarnya.
Di sektor agrikultur dinilai masih sangat potensial mengingat kekayaan alam Indonesia. Sementara itu, di sektor pariwisata dipilih karena sektor ini memberi banyak keuntungan bagi ekonomi nasional. Apalagi turis mancanegara asal Eropa menjadi salah satu yang paling banyak datang ke Indonesia.
"Kita coba kembangkan integrasi turis resort di Indonesia. Kita mau banyak turis asing. Tapi kita harus kembangkan infrastruktur dan elemen untuk menarik turis," jelasnya.
Selain itu, dirinya juga menyentil tentang tidak meratanya investasi yang tersebar di Indonesia. Di mana masih didominasi pulau Jawa, terlebih Jakarta. Menurutnya wilayah-wilayah lain juga sangat potensial.
"Kalau Anda lihat, Indonesia dari sudut pandang regional, Jawa masih representasi ekonomi Indonesia. Karena pertumbuhan ekonominya hampir sama dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Bali, NTB karena turis, itu tinggi dan stabil. Sumatera coba diarahkan dari natural resources ke processing center dan manufaktur," ujarnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya