Intip Strategi Starbucks jadi Jawara Kopi di Tengah Menjamurnya Coffee Shop
Merdeka.com - Bisnis kedai kopi terus menjamur di mana-mana. Banyaknya penikmat kopi di Tanah Air membuka peluang bagi siapa saja yang berminat mengambil peran dalam bisnis ini.
Tak terkecuali bagi Starbucks, salah satu kedai kopi yang sudah ada di Indonesia sejak tahun 2002. Chief Marketing Officer PT Sari Coffee Indonesia (Starbucks), Liryawati MS tak memungkiri persaingan bisnis akan selalu ada.
"Kompetisi baru akan selalu hadir ya, apalagi bagi kedai kopi yang menjadi salah satu sektor FMCG," kata Lyra kepada merdeka.com usai acara Modern Marketing Talk 2023 di Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/7).
Lirya menuturkan persaingan akan selalu menjadi bagian penting bagi tim pemasaran. Dalam menjalani bisnis, tim pemasaran harus bisa menjual ciri khas produk yang berbeda dengan pesaingnya. Selain itu, tim pemasaran juga harus bisa mengatur strategi yang cocok dengan target pasar.
"Anda hanya perlu tahu apa kekuatan Anda? Apa strategi Anda dan bagaimana luasnya pasar (dari produk yang ditawarkan)," kata dia.
Dalam hal pemasaran, setiap media penjualan harus digunakan untuk mempromosikan produk. Apalagi di era serba digital, banyak platform yang bisa digunakan untuk menjual produk.
Terpenting, katanya saat ini perusahaan harus memiliki rekam jejak bisnis yang baik agar bisa mendapatkan investor untuk tambahan modal. Menurutnya pengalaman sebuah brand juga bisa menjadi tolak ukur investor menanamkan modalnya.
"Saya pikir selalu ada rahasia, pengalaman merek holistik yang menurut saya perusahaan lain tidak akan mampu memberikan identitas," pungkasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya