Ini yang Bakal Dilakukan PLN dengan Dana PMN Rp 5 Triliun

Sabtu, 1 Januari 2022 18:00 Reporter : Sulaeman
Ini yang Bakal Dilakukan PLN dengan Dana PMN Rp 5 Triliun PLN siaga kelistrikan selama Nataru. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) memperoleh dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebanyak Rp 5 triliun. PLN berkomitmen mengelola dana PMN secara akuntabel dan transparan guna mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di Tanah Air.

PMN merupakan bagian dari penugasan negara kepada PLN untuk membangun infrastruktur ketenagalistrikan sebagai penunjang program-program listrik desa sehingga harapannya dapat meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan PMN yang cukup vital bagi PLN. Menurutnya, PMN ini adalah satu kepercayaan yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

"Ini merupakan kepercayaan, bahwa pemerintah hadir menyelesaikan masalah yang kita hadapi sama-sama. Dan tentunya kita harus mengembalikan kepercayaan itu," katanya dalam sambutan acara Seremoni Pemberian PMN Tahun 2021, ditulis Sabtu (1/1).

Pada kesempatan yang sama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar penggunaan dana dari PMN dijalankan oleh BUMN secara akuntabel dan transparan.

Hal ini dikarenakan PMN berasal dari uang negara, sehingga harus bisa disampaikan apakah manfaat PMN sudah sesuai dibandingkan beban yang akan dipikul oleh negara dalam mempertanggungjawabkan anggarannya.

"Jadi Rp 5 triliun (untuk PLN) jangan sampai seperti membuang garam ke laut. Saya minta ada akuntabilitas Rp 5 triliun itu menjadi apa. Jadi kita sama-sama untuk bertanggung jawab kepada masyarakat," ujar Menteri Sri Mulyani.

Dia pun berharap agar pencairan dana PMN pada penghujung 2021 ini dapat menjadi sebuah awal bagi kinerja PLN untuk bisa lebih akuntabel, menggunakan dana masyarakat secara profesional dan bisa dipertanggungjawabkan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan, PLN berterima kasih dan mengapresiasi Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN atas dukungannya sehingga PLN mendapatkan PMN untuk 2021 sebesar Rp 5 triliun. PLN pun siap merealisasikan dana tersebut secara efisien, akuntabel dan bertanggungjawab.

"Dana PMN menjadi bagian penting di mana negara hadir, karena banyak program dari PLN bertujuan untuk pengentasan kemiskinan di daerah terpencil. PLN siap untuk menjalankan agar dana tersebut betul-betul bermanfaat bagi masyarakat," kata Darmawan.

Upaya PLN mendorong pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang cepat, tepat dan efisien merujuk Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2017 tentang percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Dana PMN yang diberikan pemerintah digunakan untuk membangun infrastruktur kelistrikan, antara lain untuk program Listrik Desa.

"Secara komersial investasi ini memang tidak begitu viable. Tetapi di sini negara hadir dalam melaksanakan sila ke-5 Pancasila, memberikan satu bantuan sebesar Rp 5 triliun sehingga program-program tersebut menjadi program unggulan yang berkeadilan sosial," paparnya.

Darmawan optimistis peningkatan ketersediaan infrastruktur kelistrikan dan kualitas distribusi listrik akan berdampak positif bagi penyerapan tenaga kerja, pajak dan peningkatan ekonomi di sektor riil.

"Usaha kami dalam meningkatkan elektrifikasi dapat terlihat dari angka rasio elektrifikasi yang selalu meningkat sejak 2015 (88,3 persen) sampai dengan 2021 yang sudah mencapai (99,4 persen)," ujarnya.

Selama periode 2016-2021 PLN menerima PMN Tunai sebesar Rp 40,06 triliun setara 9,7 persen dengan total investasi tunai sebesar Rp 411,66 triliun (pendanaan pekerjaan menggunakan anggaran PLN di luar investasi IPP).

"Dana ini sangat membantu PLN, di mana tadinya keputusan kami hanya berlandaskan dari sudut komersial bisa mempertimbangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

2 dari 2 halaman

PLN Gelontorkan Rp 87,7 T Sepanjang 2021 Bangun Infrastruktur Listrik

rp

PT PLN (Persero) melaporkan telah membangun 175 infrastruktur jaringan ketenagalistrikan dan pembangkit listrik sepanjang 2021 dengan investasi sebesar Rp 87,7 triliun. PLN terus memperkuat dan memperluas jangkauan listrik di Tanah Air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, menarik investasi dan pengembangan bisnis. Sehingga dapat menciptakan lapangan kerja serta menggerakan roda perekonomian.

"Sepanjang 2021, PLN membangun infrastruktur kelistrikan berupa pembangkit listrik, gardu induk dan transmisi dengan total sebanyak 175 infrastruktur," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/1).

Darmawan juga mengungkapkan, proses pembangunan infrastruktur tersebut tidak terlepas dari sejumlah tantangan, di antaranya pandemi Covid-19 serta kondisi geografis wilayah 3T yang sulit diakses. Sehingga perlu upaya khusus untuk membawa material dan peralatan.

"PLN terus berupaya mengurai tantangan yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang membuat kegiatan menjadi terbatas. Keberhasilan ini juga tak terlepas dari dukungan banyak pihak, baik ditingkat pusat maupun daerah," tuturnya.

Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan, Wiluyo Kusdwiharto, merinci infrastruktur jaringan kelistrikan yang dibangun dan telah energize di 2021. Antara lain, untuk transmisi sebanyak 78 infrastrukur sepanjang 3.924 kilometer sirkuit (kms), terdiri dari Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), dan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT),

Total investasi yang dikeluarkan PLN untuk membangun infrastruktur yang berfungsi mengalirkan listrik tersebut mencapai Rp 11,5 triliun.

Dalam membangun transmisi, PLN memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan besaran rata-rata tertinggi dibanding GI dan pembangkit, di mana capaian TKDN bervariasi sebagian besar pada kisaran antara 60-84,52 persen yang dicapai pada SUTT 150 kV Balaraja-Suvarna Sutra.

Capaian TKDN infrastruktur transmisi juga terdapat pada SKTT, dimana TKDN pada Saluran Kabel TT Plumpang-Kandang Sapi tercapai sebesar 75,34 persen. Sedangkan pada infrastruktur GI, sepanjang 2021 PLN telah berhasil menambah pengoperasian 62 unit GI di seluruh Indonesia dengan nilai investasi mencapai Rp 3,66 triliun.

"Dengan dibangunnya infrastruktur kelistrikan ini semakin banyak kawasan yang akan mendapat pasokan listrik," kata Wiluyo.

Sama dengan transmisi, dalam membangun GI PLN juga memenuhi aspek TKDN yang selalu memaksimalkan seluruh produk kelistrikan nasional, dari kabel sampai trafo. Capaian TKDN GI memiliki besaran yang berkisar dari 23,90-79,88 persen dengan tertinggi pada GIS Plumpang.

Infrastruktur jaringan kelistrikan tersebut akan mengalirkan listrik dari sejumlah pembangkit. Pada 2021 PLN membangun 35 unit pembangkit telah beroperasi dan mensuplai ke sistem jaringan dengan total kapasitas 2.498 MW.

Untuk membangun pembangkit tersebut PLN bersama pihak swasta (IPP) berinvestasi sebesar Rp 72,62 triliun yang terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebanyak 8 unit, PLTGU dan PLTMG/PLTMGU 4 unit, PLTM 16 unit, PLTP 2 unit, PLTA 2 unit, PLTBg 2 unit dan PLTSa 1 unit.

Dalam pembangunan pembangkit listrik tersebut, pembangkit EBT pada PLTM Gunung Wugul menjadi pembangkit dengan pemenuhan TKDN tertinggi sebesar 83,75 persen.

Reporter: Maulandy Rizki Bayu Kencana
Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
PLN Gelontorkan Rp37,92 Triliun Dukung TKDN Sektor Ketenagalistrikan
PLN Siap Siaga Amankan Listrik Selama Nataru
Nataru, PLN Proyeksi Kenaikan Beban Listrik Capai 4 Persen di DKI dan Sekitarnya
Setrum PLN Bangkitkan Ekonomi Biru Pesisir Sumatera
Listrik Padam di 5 Kota di Kaltim Kembali Normal, 979.885 Pelanggan Terdampak
PLN Perkuat Keandalan Listrik di Ibu Kota
Listrik Padam Total di 5 Kota Kalimantan Timur, Ini Penjelasan PLN

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini