Ini skema penanganan jika pertemuan IMF-World Bank Bali dilanda bencana alam
Merdeka.com - Kepala Unit Kerja Pertemuan Tahunan IMF- World Bank 2018, Peter Jacobs, mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan dan mengantisipasi beberapa kemungkinan terburuk terutama mengenai bencana alam saat gelaran akbar IMF-World Bank di Bali Oktober mendatang. Sejauh ini, pemerintah menyatakan Bali dalam status aman.
"Kalau ada sesuatu buruk yang terjadi, kalau ada kebakaran, gempa bumi, huru hara dan gunung meletus kita sudah diskusi dengan para pakar, kemana arah angin juga sudah didiskusikan," kata Peter dalam acara Bincang-Bincang Media di Ruang Pers Gedung BI, Jakarta, Senin (26/2).
Peter menjelaskan, Pulau Dewata khususnya Nusa Dua Bali dipastikan aman dari bencana alam terutama ancaman erupsi Gunung Agung. Sebab, arah angin pada bulan Oktober tidak mengarah ke arah Nusa Dua.
Selain itu, Peter juga menjamin tidak akan ada gangguan penerbangan yang terjadi. "Tidak ada resiko airport (bandara) ditutup," ujarnya.
Kendati demikian, Peter juga telah menyiapkan beberapa simulasi perjalanan lain untuk mengantisipasi jika Bandara Ngurah Rai terpaksa harus ditutup.
Peter mengungkapkan, telah disiapkan jalur alternatif baik lewat darat maupun laut dari kota terdekat seperti Lombok, Banyuwangi dan Surabaya.
"Lombok, kota terdekat, bisa lewat Banyuwangi, bisa lewat Surabaya. BNPB, dari TNI dan polri, dan everything is in place. Jadi contingency plan bukan cuma plan tapi sudah ada simulasinya."
Acara pertemuan ini sendiri akan berlangsung dari tanggal 12 - 14 Oktober 2018 dan akan dihadiri oleh delegasi resmi dari 189 negara sebanyak 3.000 orang, staff IMF sebanyak 1.500 orang, media dari seluruh dunia sekitar 1.000 orang, 1.000 observer, 5.000 investor serta pengunjung lainnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya