Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini Penyebab PHK Mantan AMT Pertamina Oleh PT GUN

Ini Penyebab PHK Mantan AMT Pertamina Oleh PT GUN Pertamina. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - PT Garda Utama Nasional (GUN) angkat suara terhadap pemecatan atau PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) mantan AMT (Awak Mobil Tangki) Pertamina. Perusahaan klaim bahwa keputusan itu sudah sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Langkah PHK ditempuh, setelah berbagai upaya yang dilakukan menemui jalan buntu.

"Akhirnya PT GUN tidak bisa menghindari untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja," jelas Manager Human and Resources Department (HRD) PT GUN, Hernovian di Jakarta, Selasa (15/01).

Upaya PHK yang dilakukan PT GUN, menurut Hernovian, karena para mantan AMT tersebut memang merupakan mantan karyawan PT GUN. Jadi, mereka sama sekali tidak terkait dengan Pertamina dan PT Pertamina Patra Niaga sebagaimana selalu disuarakan ketika melakukan aksi unjuk rasa.

"Mereka memang mantan karyawan kami, PT GUN. Sama sekali tidak terkait dengan Pertamina," kata dia.

Menurut Hernovian, banyak hal yang membuat PT GUN melakukan PHK. Termasuk di antaranya, karena para mantan AMT tidak menunjukkan performa kerja yang menjadi standar dan sudah disepakati oleh AMT sejak awal. Hal itulah yang menurut Hernovian, membuat perusahaan tidak bisa lagi mempertahankan para mantan AMT. Yang jelas, lanjut dia, proses PHK tersebut, PT GUN telah melakukan tindakan yang disyaratkan dan diatur dalam peraturan perusahaan, UU Ketenagakerjaaan dan peraturan-peraturan lain terkait tenaga kerja.

"PT GUN telah melaksanakan kewajiban menurut hukum terhadap mantan karyawan kami terkait dengan PHK itu," katanya.

Di sisi lain Hernovian menegaskan, meski bekerja di area lokasi Pertamina, namun para mantan AMT sama sekali tidak terkait dengan Pertamina atau pun PT Pertamina Patra Niaga. Sebab, dalam hal ini PT GUN lebih merupakan perusahaan penyedia jasa atau vendor bagi PT Pertamina Patra Niaga. Itu sebabnya Hernovian menyesalkan ketika dalam melakukan aksi unjuk rasa, ratusan para mantan AMT mengatasnamakan buruh awak mobil tangki (AMT) Pertamina dan tergabung dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT).

"Kami sangat menyayangkan aksi tersebut. Aksi massa itu telah membuat ketidaknyamanan banyak pihak. Tidak hanya masyarakat di sekitar lokasi demo, di Plumpang dan Istana Negara, tetapi Pertamina yang sama sekali terkait pun memperoleh imbas," kata dia. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP