Ini Keuntungan IA-CEPA Bagi Indonesia

Selasa, 31 Mei 2022 19:35 Reporter : Merdeka
Ini Keuntungan IA-CEPA Bagi Indonesia Ekspor Impor. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Indonesia dan Australia memiliki perjanjian ekonomi komprehensif termasuk perdagangan yang dituangkan dalam Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership (IA-CEPA) yang diteken kedua negara pada 2020 lalu. Adanya perjanjian ini digadang membawa keuntungan bagi Indonesia.

Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Johni Martha mengungkap, ada 4 keuntungan yang didapat Indonesia dengan adanya perjanjian ini. Pertama, membuka pasar barang dan jasa antar kedua negara. Kedua, IA-CEPA akan mengundang dan mendorong investasi pelaku usaha Indonesia di Australia dan sebaliknya.

"Ketiga, mendorong pembangunan sumber daya manusia Indonesia, dan keempat membangun economic powerhouse," katanya dalam Understanding the Australian Business Environment, Selasa (31/5).

"Poin tiga dan empat inilah yang menjadi faktor pembeda di kesepakatan ini ada kesepakatan vokasional ada kesepakatan magang dan beberapa kesempatan lain bagi Tenaga Kerja Indonesia untuk dapat berkiprah lebih lagi di pasar di Australia," imbuh Johni.

Pembeda ini jika dikaitkan dengan perjanjian serupa yang telah dilakukan antara Indonesia dan Jepang sekitar 2000 lalu. Namun, kini telah mengalami adaptasi yang lebih baik.

Johni menerangkan, pada poin keempat atau economic powerhouse, Indonesia memiliki kesempatan untuk mengembangkan kekuatan ekonominya. Dengan mengembangkan berbagai bahan yang didapatkan dari Australia dengan adanya anulir terhadap beberapa jenis bea.

Diketahui, Australia mengeliminasi tarif bea masuk untuk 6.474 pos tarif produk Indonesia. Namun, Johni memandang itu telah mencakup semua komoditi ekspor produk ke Australia sudah tidak dikenakan tarif.

"Di sisi ekonomi powerhouse kita sudah mulai mengarah ke sana dengan mendorong pergeseran pembentukan value added produk-produk unggulan Australia di Indonesia," ungkapnya.

Contohnya, Indonesia mengimpor jenis batu bara yang digunakan industri baja di dalam negeri. Kemudian berhasil menembus pasar ekspor Tiongkok, Korea Selatan, hingga negara Eropa. Selain itu, produk mie instan asal Indonesia yang mampu merajai pasar global, Indomie.

"Contoh lainnya adalah gandum Australia yang kita impor, diolah di Indonesia menjadi produk makanan yang bernilai tambah dan diekspor ke pasar global. Indonesia adalah negara dengan iklim tropis, gandum tidak mungkin tubuh kita sangat tergantung dari impor, uniknya kita makannya adalah roti dan mie," terang dia.

Ke depannya, dia mengaku optimis perjanjian ini bisa ikut berperan dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional. "Kami meyakini bahwa di masa datang ya cepat dapat mendukung tercapainya target pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang tadi kita targetkan pada kisaran 5,4-6 persen," tukasnya.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
IA-CEPA Diharapkan Pulihkan Dunia Usaha Pasca Pandemi
Kebijakan Perdagangan Terbuka Dinilai akan Bantu Pemulihan Ekonomi RI
Airlangga: Implementasi RCEP Beri Dukungan ke Pasar Modal di 2022
Diklaim Sebagai Blok Dagang Terbesar Dunia, ini Keuntungan Indonesia Gabung RCEP
Pemerintah Targetkan Ratifikasi RCEP Terlaksana di Kuartal I 2022
Ada IE-CEPA, Ekspor 8.000 Produk Indonesia ke 4 Negara Eropa Bebas Bea Masuk

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini