Ini hasil investigasi KPPU soal penyebab harga ayam makin mahal

Rabu, 8 Juni 2016 10:11 Reporter : Hana Adi Perdana
Ini hasil investigasi KPPU soal penyebab harga ayam makin mahal harga daging sapi dan ayam naik. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf mengungkapkan, menurut penelusurannya, kenaikan harga ayam disebabkan panjangnya rantai distribusi. Akibatnya, harga semakin meningkat sebelum ayam sampai ke pedagang.

"Saya tanya ke pedagang ayam, harganya naik atau tidak? Dia jawab naik.‎ Kenapa bapak naikin harga, apa ada permintaan konsumen meningkat? Menurut dia permintaan konsumen relatif tidak alami perubahan. Kok naik harga? Jawabannya pedagang, 'karena harga yang dipasok distributor juga mengalami kenaikan'," kata Syarkawi saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (7/6) malam.

Maka dari itu, lanjutnya, rantai distribusi daging ayam yang terlalu panjang harus diputus agar pedagang bisa memberi harga murah dan laik untuk konsumen.

"Memang terbukti ada kesalahan dalam distribusi jaringan karena ada yang berusaha menaikan harga. Di peternak itu harga ayam Rp 15.000 dikali 1,6 kali lipat itu berarti harga jual seharusnya Rp 29.000 per ekor. Tapi ini fakta di lapangan harga daging ayam Rp 35.000 - Rp 40.000 per ekornya," pungkasnya.‎ [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini