Ingin tinggal di apartemen, ini biaya bulanan yang harus dipertimbangkan

Rabu, 27 Juni 2018 06:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Ingin tinggal di apartemen, ini biaya bulanan yang harus dipertimbangkan apartemen. Merdeka.com

Merdeka.com - Saat ini, tinggal di apartemen sudah menjadi pilihan masyarakat di perkotaan. Letak apartemen yang strategis memberikan kemudahan akses saat hendak bepergian ke tempat rekreasi manapun.

Meski demikian, jika dihitung-hitung, biaya yang dihabiskan untuk tinggal di apartemen jauh lebih mahal kalau dibandingkan dengan tinggal di perumahan atau rumah tapak. Untuk itu, sebaiknya Anda ketahui terlebih dahulu beberapa rincian biaya bulanan yang perlu dikeluarkan.

Berikut 6 hal yang harus diperhatikan sebelum tinggal di apartemen, dikutip Cermati.

1 dari 6 halaman

Biaya pemeliharaan

3 Alasan kenapa millennial lebih suka jadikan apartemen sebagai hunian. ©Shutterstock

Biaya pemeliharaan dapat meliputi biaya pemeliharaan gedung, keamanan, kebersihan, dan merawat taman. Jumlah biaya pemeliharaan ini tergantung dari jenis apartemen dan luas dari apartemen yang dibeli.

Apabila rincian biaya yang dikenakan sebesar Rp 300.000/5 m2 dan luas apartemen 30 m2, maka jumlah yang harus dibayar sebesar Rp 1,8 juta per bulan. Biaya pemeliharaan ini bisa dibayarkan setiap bulan, tiga bulan sekali, atau enam bulan sekali, tergantung dari penghuni apartemen.

2 dari 6 halaman

Biaya listrik, air, telepon

Ilustrasi Pulsa Listrik. ©2015 Merdeka.com

Nominal yang dibayar sesuai dengan arus listrik yang dipakai. Tapi, ada juga developer yang menyamaratakan biaya listrik bagi seluruh penghuni di apartemen. Kisaran biaya yang dibayarkan biasanya Rp350.000 per bulan.

Jumlah ini berbeda di setiap unit apartemen. Alangkah baiknya untuk menanyakan total biaya listrik, air, dan telepon terlebih dahulu sebelum memilih dan menetap di suatu apartemen.

3 dari 6 halaman

Biaya internet

ilustrasi internet. © lynn-library.libguides.com

Biaya internet bukan tanggung jawab dari pihak developer, melainkan penghuni juga perlu membayarnya. Sebab, pemasangan atau pelepasan internet kabel tergantung dari keperluan orang yang tinggal di apartemen.

Pemasangan internet di kamar tentunya akan menambah biaya. Jumlah minimal yang biasa dikeluarkan berkisar Rp150.000. Biaya ini pun tergantung lagi pada kecepatan internet yang dipilih, semakin besar kecepatannya maka semakin mahal biayanya.

4 dari 6 halaman

Biaya parkir per bulan

Area Parkir. shutterstock.com

Jajaran mobil yang diparkirkan di apartemen tidaklah gratis. Penghuni apartemen pasti mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk dapat menikmati layanan parkir di gedung tersebut.

Biaya ini pun lagi-lagi tergantung dari jenis area parkir yang dipilih. Kalau area parkir semakin luas dan eksklusif, maka biaya yang dibayar pun jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan parkir reguler atau yang biasa.

5 dari 6 halaman

Biaya fasilitas umum

Ilustrasi gym. ©shutterstock.com/Kiselev Andrey Valerevich

Fasilitas di apartemen jauh lebih lengkap dan tentunya dapat memanjakan setiap penghuninya. Akan tetapi, tidak semua fasilitas tersebut dapat digunakan secara gratis. Ada beberapa fasilitas yang harus dibayar terlebih dahulu sebelum digunakan, misalnya saja ruang meeting.

Fasilitas yang disediakan oleh developer pun hanya bisa digunakan oleh penghuni saja. Sementara pengunjung dari luar tidak diperbolehkan menikmati fasilitas tersebut karena tidak memiliki akses masuk yang resmi.

6 dari 6 halaman

Biaya cicilan

Apartemen. Istimewa ©2018 Merdeka.com

Anda harus mempertimbangkan biaya cicilan yang harus dibayar saat tinggal di apartemen. Jumlah cicilan tergantung dari kesanggupan finansial masing-masing orang. Pada umumnya, pihak bank atau developer akan meminta cicilan sebesar 30 persen dari total gaji yang diterima setiap bulan.

Apabila jumlah penghasilan sebesar Rp 10 juta, berarti total cicilan per bulan menjadi Rp 3 juta. Semakin besar jumlah cicilan yang dibayar, semakin cepat pula kredit apartemen akan lunas. [azz]

Baca juga:
Ingin keuangan Anda kembali normal usai Lebaran, ini tipsnya
Survei: Generasi milenial lebih cepat bosan di kantor
Ikuti 4 tips ini agar bisa fashionable tanpa modal besar
Lakukan 3 cara ini agar utang tidak bengkak usai Lebaran

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini