Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Industri ritel dinilai gagal raup untung di Ramadan

Industri ritel dinilai gagal raup untung di Ramadan Diskon besar jelang Lebaran. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Ramadan selalu menjadi momen penting bagi pelaku usaha ritel meraup untung. Sebab, daya beli pekerja umumnya meningkat lantaran mendapat gaji bulanan plus Tunjangan Hari Raya (THR).

Namun, Ramadan kali ini, pengusaha ritel dinilai kesulitan merayu masyarakat untuk merogoh koceknya dalam-dalam. Meskipun, pusat perbelanjaan ramai-ramai menggelar midnight sale dengan potongan harga hingga 70 persen.

"Traffic atau lalu lintas pembeli masih lebih lambat ketimbang biasanya," kata seorang karyawan toko ritel seperti diberitakan Nikkei Asian Review, kemarin.

Menurut juru bicara Jakarta Great Sale (JGS) 2017, festival belanja melibatkan puluhan mal dan pasar tradisional, pihaknya menargetkan penjualan sekitar Rp 16 triliun. Itu meningkat 5,1 persen ketimbang tahun lalu.

Namun, meskipun tahun ini hotel juga dilibatkan, pihak penyelenggara memerkirakan tingkat pertumbuhan penjualan masih di bawah tahun lalu yang mencapai 8 persen.

Ada sejumlah alasan mengapa daya beli masyarakat tak menguat seperti Ramadan tahun sebelumnya. Diantaranya, ekonomi Indonesia belum pulih sepenuhnya.

Berdasarkan survei Bank Indonesia, industri ritel konvensional hanya mampu menjaga pertumbuhan penjualan bulanan di level satu digit tahun ini. Bandingkan dengan tahun lalu yang hampir menyentuh dua digit.

Tax amnesty juga dinilai menjadi salah satu biang kerok menurunnya daya beli masyarakat. Sebab, tarif pengampunan pajak sebesar 2 persen hingga lima persen menyusutkan aliran uang yan sejatinya bisa digunakan untuk menggerakkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan. (mdk/yud)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP