Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Industri kuliner terus berkembang, Bakaro tawarkan franchise

Industri kuliner terus berkembang, Bakaro tawarkan franchise Ilustrasi restoran. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/ariadna de raadt

Merdeka.com - Industri kuliner Tanah Air terus berkembang seiring bergeliatnya perekonomian. Salah satu contohnya yaitu dengan hadirnya Bakaro, restoran daging sapi dan ayam cepat saji.

Pemilik resto Bakaro, Felix Surjadi mengatakan, pihaknya saat ini membuka pola kemitraaan lewat franchise dan membuka cabang secara internal.

"Kami ingin agar Bakaro menjadi salah satu pilihan terbaik makanan cepat saji di Indonesia," kata Felix dikutip dari keterangannya di Jakarta, Minggu (1/4)

Bakaro mengandalkan menunya berupa daging sapi dan ayam. Cita rasa khas yang disajikan Bakaro adalah daging yang dibakar di mana rasa dan aroma yang tercipta benar–benar menggugah selera para penikmat kuliner di negeri ini.

"Yang membuat Bakaro berbeda dengan tempat makan yang lain adalah daging sapi dan ayamnya yang dibakar oleh sang koki secara manual menggunakan pelontar api atau disebut juga Flame Thrower," jelas Felix.

Menurut Felix, saus Bakaro menjadi bumbu rahasia yang memberikan kelezatan pada setiap porsi yang disajikan. "Sapi atau ayam dibakar di atas teppanyaki, ditambah nasi hangat dan sambal, lalu diguyur saus kecap membikin aroma yang menggugah selera, meskipun hanya sekedar dibayangkan."

Untuk menambah rasa, Bakaro dilengkapi level pedas sampai dengan 5 tingkat yang khusus disajikan bagi para pecinta masakan pedas di Indonesia. Daging ayam bakar Bakaro juga menjadi pilihan yang tidak kalah enak bagi yang tidak terlalu suka daging sapi. K

"Kenikmatan daging ayam pedas dengan dibakar gaya 'Flame Thrower' Bakaro akan membangkitkan selera makan para penikmat kuliner di tanah air."

Felik mengklaim, pembeda antara Bakaro dengan resto cepat saji yang lain adalah cara memasaknya. Menu bakaro mengalami 2 tahapan dalam proses memasak, pertama ayam dan sapi dibumbui dan diolah terlebih dahulu sampai matang, baru setelah itu masuk ke tahap dua di mana menu ayam dan sapi dibakar dari atas menggunakan pelontar api atau Flame Thrower.

Disinggung soal menu yang cuma dua, menurut Felix hal ini dilakukan untuk empercepat penyajian makanan ke customer, karena pihaknya ingin konsep cepat saji juga bisa diakomodir oleh Bakaro. Untuk outlet pertama Bakaro dibuka di depan Kampus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayattulah di Ciputat.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP