Industri ikan hias Singapura terbesar di dunia, padahal bahan baku dari RI
Merdeka.com - Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agung Kuswardono mengatakan sebagai negara dengan luas wilayah perairan yang besar Indonesia seharusnya menjadi produsen ikan hias nomor wahid di dunia.
Sayangnya, pengembangan potensi industri ini belum dimanfaatkan secara optimal. Akibatnya, Indonesia justru dikalahkan dalam hal produksi ikan hias oleh negara yang menurut dia memiliki potensi lebih kecil, seperti Singapura.
"Tapi semua ekonomi ikan hias ada di sana (Singapura). Indonesia hanya jadi backyard saja. Kalau mereka butuh ikan telepon orang Indonesia, cari ikan-ikan ini," ungkapnya dalam Simposium Nasional Pembangunan Industri Ikan Hias di ICE, BSD, Tanggerang Selatan, Banten, Kamis (30/11).
Dia menjelaskan, Singapura merupakan negara pengimpor ikan hias dari Indonesia. Kemudian, ikan-ikan tersebut dijual kembali dengan harga yang jauh lebih mahal.
"Kita merasa sudah dibeli dengan harga tinggi. Sampai di sana dijual ke klien di seluruh dunia harganya naik 40 kali. Yang menikmati titik terakhir," jelas dia.
Diketahui pada tahun 2016 Singapura menempati posisi puncak pengekspor ikan hias dengan nilai USD 42,97 juta, diikuti Spanyol dengan nilai USD 39,56 juta, Jepang senilai USD 33,11 juta, dan Myanmar USD 32,05 juta. Indonesia harus puas berada di posisi ke-5 dengan nilai ekspor USD 24,64 juta.
Diketahui pula pada tahun 2016, 5 negara tujuan ekspor ikan hias Indonesia antara lain, China dengan nilai ekspor USD 6,1 juta, Jepang USD 3,1 juta. USA 2,89 juta. Singapura 1,48 juta dan Inggris Raya USD 1,13 juta.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya