Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Indonesia Produksi 66 Juta Ton Limbah Plastik per Tahun, Apa Solusinya?

Indonesia Produksi 66 Juta Ton Limbah Plastik per Tahun, Apa Solusinya? sampah plastik. ©2019 REUTERS

Merdeka.com - Sampah plastik masih saja menjadi masalah yang sulit dipecahkan. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, limbah plastik Indonesia mencapai 66 juta ton per tahun. Studi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di tahun 2018 memperkirakan sekitar 0,26 juta-0,59 juta ton plastik ini mengalir ke laut.

Indonesia pun dinobatkan sebagai negara penghasil sampah plastik laut terbesar ke dua di dunia berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jambeck pada tahun 2018.

Kondisi mengkhawatirkan ini berusaha dientaskan oleh Pemerintah Indonesia melalui Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut (RAN PSL) yang menargetkan penurunan 70 persen total sampah laut Indonesia pada tahun 2025. Eksekusi RAN PSL dijalankan oleh Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) yang dikomandoi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Di tahun 2021 ini, UNDP Indonesia melalui project Sekretariat TKN PSL dan Archipelagic and Island States (AIS) Forum menggelar Ending Plastic Pollution Innovation Challenge(EPPIC), sebuah kompetisi di tingkat ASEAN yang mengajak para inovator untuk berbagi ide cemerlang dalam menangani polusi plastik.

Sepuluh finalis terpilih, dari berbagai negara seperti Indonesia, Singapura, dan Vietnam, pada kompetisi ini akan mengikuti sesi Inkubasi yang diadakan dari Oktober hingga Desember 2021.

Salah satu agenda dalam tahap Inkubasi ini adalah kunjungan lapangan selama empat hari (1-4 November 2021) ke Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), di mana finalis dapat mengamati secara langsung situasi pencemaran plastik di wilayah tersebut, dan menguji apakah inovasi mereka dapat menjawab permasalahan polusi plastik di Mandalika.

"Dari target pengurangan 70 persen sampah laut di tahun 2025, kita sudah berhasil mengurangi sebesar 15,3 persen pada tahun 2020. Sebagai bagian dari strategi RAN PSL yaitu mendorong gerakan untuk melibatkan publik dalam melahirkan inovasi penanganan sampah plastik di laut termasuk melalui kerja sama dengan berbagai pihak dalam pelaksanaannya di mana salah satunya dengan mengadakan kompetisi EPPIC. Penyelenggaraan EPPIC diharapkan dapat memberikan ide-ide inovatif yang teruji di lapangan, sehingga dapat direplikasi dan digunakan secara luas di Indonesia nantinya," ujar Project Coordinator Sekretariat TKNPSL, UNDP Ahmad Bahri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (9/11).

EPPIC menargetkan untuk mengurai masalah sampah pencemaran plastik di wilayah pesisir.Selama kunjungan, finalis akan membuat pemetaan, sketsa bisnis, pengambilan keputusan, peluncuran prototipe, dan pengujian.

Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nusa Tenggara Barat (DLHK NTB), peneliti, organisasi kemasyarakatan, pegiat lingkungan hidup,dan komunitas peduli lingkungan sebagai pemateri sekaligus pendamping.

Mandalika, sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas, dipilih karena potensi peningkatan volume sampah dari pembangunan infrastruktur dan aktivitas wisata yang terus bertumbuh sangat besar. Sejumlah lokasi seperti Pusat Pengolahan Sampah Batu nyala, landfill Pengengat, dan Sirkuit Internasional Mandalika telah dikunjungi sebagai sarana studi pengolahan sampah pada fasilitas-fasilitas tersebut.

Selanjutnya

Kunjungan tersebut juga dilengkapi dengan diskusi bersama komunitas lokal seperti Plastik Kembali, Bank Sampah NTB Mandiri, dan Geo Trash Management yang juga akan menambah pengetahuan finalis yang lebih mendalam untuk memahami konteks kedaerahan dalam menyusun perencanaan pengelolaan sampah plastik yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Para inovator yang turut serta ke Mandalika mempunyai produk-produk yang berorientasi pada bisnis dan keberlanjutan lingkungan.

Pada jasa pengelolaan sampah di tingkat komunitas, terdapat tim Gringgo, Rekosisten, dan Bintang Sejahtera. Ada pula inovator yang menciptakan kemasan ramah lingkungan pengganti plastik yaitu Alterpack, EQUO, Evo & Co, dan Plepah.Beberapa lainnya mempunyai misi yang sama untuk mengurangi sampah laut dan menjadikannya nilai tambah.

"Potensi pariwisata di NTB itu sangat besar, terutama di Mandalika. Kita ingin pariwisata NTBnaik kelas. Salah satu caranya adalah mengatasi sampah plastik ini. Maka dari itu kami sangat berterima kasih sekali dengan kompetisi EPPIC. Kami berharap ide-ide para inovator dapat segera kami jalankan," ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi NTB Baiq Eva Nurcahya Ningsih,.

Kompetisi EPPIC diharapkan dapat menelurkan ide-ide yang dapat menguatkan ekonomi sirkular produk plastik di Indonesia. Selain itu, pemenang dari kompetisi diharapkan dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan-kegiatan ini, serta berjejaring dengan penggiat sampah plastik lainnya baik di wilayah Indonesia, maupun ASEAN.

"Kami mengajak semua finalis untuk terus berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan pengurangan sampah plastik di alam. Dengan dukungan dari banyak pihak, utamanya pemerintah, masyarakat, dan organisasi internasional, kami yakin EPPIC dapat membantu menguraikan masalah serta membantu mengurangi sampah di laut secara signifikan," tutup Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar.

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Indonesia Jadi Negara Penyumbang Sampah Terbesar Kedua di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya
Indonesia Jadi Negara Penyumbang Sampah Terbesar Kedua di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya

KLHK pun memberikan perhatian terhadap menangani polusi yang merusak lingkungan, maka limbah plastik tidak luput dari perhatian pemerintah.

Baca Selengkapnya
Ekonomi Sirkular Jadi Solusi Persoalan Sampah di Indonesia, Begini Skemanya
Ekonomi Sirkular Jadi Solusi Persoalan Sampah di Indonesia, Begini Skemanya

Untuk mengumpulkan lebih banyak sampah plastik dan menjangkau lebih banyak pengepul, RBU telah memiliki satelit atau cabang.

Baca Selengkapnya
Impor Indonesia di Bulan Maret Turun 2,60 Persen
Impor Indonesia di Bulan Maret Turun 2,60 Persen

Turunnya impor non migas karena penurunan mesin peralatan mekanis dan bagiannya, plastik dan barang dari plastik serta kendaraan dan bagiannya.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Indonesia Bisa Jadi Pusat Industri Terintegrasi Pelabuhan Besar, Ini Strategi Harus Dilakukan
Indonesia Bisa Jadi Pusat Industri Terintegrasi Pelabuhan Besar, Ini Strategi Harus Dilakukan

Sudah selayaknya industri yang mengolah bahan baku dari Indonesia berada di posisi strategis pada Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Baca Selengkapnya
Kembangkan Energi Terbarukan, KLHK dan PPLI Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Plastik Jadi BBM
Kembangkan Energi Terbarukan, KLHK dan PPLI Siapkan Teknologi Pengolah Sampah Plastik Jadi BBM

Langkah ini penting dilakukan karena ada 13 juta ton lebih sampah plastik dalam setahun.

Baca Selengkapnya
Terungkap, Ini Alasan Menteri Trenggono Tahan Ekspor Pasir Laut Indonesia
Terungkap, Ini Alasan Menteri Trenggono Tahan Ekspor Pasir Laut Indonesia

Aturan turunan ekspor pasir laut masih digodok karena melibatkan banyaknya tim kajian.

Baca Selengkapnya
Area Panen Kopi Indonesia Terbesar Kedua Dunia tapi Produktivitas Rendah, Begini Solusinya
Area Panen Kopi Indonesia Terbesar Kedua Dunia tapi Produktivitas Rendah, Begini Solusinya

Areal panen kopi di Indonesia rata-rata seluas 1.25 juta ha/tahun.

Baca Selengkapnya
Bukan Pakai Gantungan Plastik Isi Air, Ini Cara Ampuh Usir Lalat dari Meja Makan
Bukan Pakai Gantungan Plastik Isi Air, Ini Cara Ampuh Usir Lalat dari Meja Makan

Daun yang satu ini tidak hanya berperan dalam meningkatkan rasa masakan, tetapi juga efektif sebagai pengusir lalat. Ayo telusuri penjelasannya lebih lanjut!

Baca Selengkapnya
Ditanya soal Isi Puluhan Ribu Kontainer Menumpuk di Pelabuhan, Begini Jawaban Kemenperin
Ditanya soal Isi Puluhan Ribu Kontainer Menumpuk di Pelabuhan, Begini Jawaban Kemenperin

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif buka suara terkait puluhan ribu kontainer yang tertahan di sejumlah pelabuhan di Indonesia.

Baca Selengkapnya