Indef Nilai Impor Bawang Putih Tidak Akan Efektif

Minggu, 31 Maret 2019 10:26 Reporter : Idris Rusadi Putra
Indef Nilai Impor Bawang Putih Tidak Akan Efektif bawang putih. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Direktur Eksekutif The Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati menilai kebijakan impor 100.000 ton bawang putih tidak akan efektif. Sebab, kebijakan ini dilakukan jelang masa panen yang bisa mengganggu keberpihakan kepada petani lokal.

"Kalau memang mau ada penugasan harusnya sudah dari beberapa bulan yang lalu. Impor bawang putih ini prosesnya tidak cuma seminggu dua minggu impornya," kata Enny dikutip dari Antara, Minggu (31/3).

Enny mengatakan, penugasan impor bawang putih kepada Bulog ini bisa mengarah kepada komersialisasi dan menyebabkan terjadinya penyalahgunaan wewenang karena hak impor bisa diberikan kepada importir lain.

"Nanti ujung-ujungnya Bulog kasih penugasannya ke importir lain. Sama seperti kasus penugasan daging," katanya.

Selain itu, dia menyoroti kemampuan finansial Bulog dalam melaksanakan penugasan tersebut, karena idealnya rencana untuk penyiagaan pasokan ini dibiayai oleh APBN.

Dalam kesempatan terpisah, pengamat politik Hendri Satrio menilai langkah penugasan impor bawang putih kepada Bulog bisa mencederai janji politik untuk mengedepankan pertanian lokal.

Menurut dia, impor untuk tujuan ekonomi tidak mengalami masalah, namun ketidakmampuan dalam melakukan antisipasi pasokan sejak awal, membuat pemerintah mau tidak mau harus melakukan impor dalam jumlah banyak.

"Harusnya sebelum impor, itu ada koordinasi antar menteri, Bulog dengan Kementerian Perdagangan dan juga dengan Kementerian Pertanian. Jangan sampai nanti pas impor masuk, petani malah panen," ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia selama ini masih membutuhkan bawang putih impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyebut bahwa kekurangan pasokan bawang putih di Tanah Air mencapai 400.000 ton per tahun.

Menko Darmin mengatakan, dengan kekurangan produksi tersebut tentu saja membuat harga bawang putih di tingkat masyarakat menjadi lebih tinggi. Kebijakan impor diharapkan juga bisa untuk mengendalikan harga di pasaran.

Darmin mengakui, impor bawang putih memang dilakukan setiap tahun. Sebab, Indonesia belum bisa menghasilkan sendiri bawang putih. Bawang impor nantinya akan didatangkan sebelum Lebaran.

Tahun ini saja, pemerintah memerintahkan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mengimpor bawang putih sebesar 100.000 ton. Impor ini untuk mengendalikan harga bawang putih yang mengalami kenaikan.

"Bawang putih lagi naik kan Rp 45.000 jadi kita tugaskan Bulog untuk impor segera. Kalau angkanya kira-kira 100.000 ton untuk menarik lagi harganya ke arah Rp 25.000," ujar Menko Darmin di Kantornya, ditulis Selasa (19/3). [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Krisis Bawang Putih
  2. Indef
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini