Imbas Penyerangan Kilang Arab Saudi, RI Beli Minyak Milik Perusahaan AS

Selasa, 17 September 2019 16:05 Reporter : Merdeka
Imbas Penyerangan Kilang Arab Saudi, RI Beli Minyak Milik Perusahaan AS Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan, pasca serangan 2 kilang minyak terbesar Arab Suadi, Indonesia akhirnya membeli minyak dari perusahaan minyak Amerika Serikat.

Sebelumnya, Indonesia mengimpor minyak dari kilang di Abqaiq dan Khurais sebanyak 110 ribu barel per hari‎. Namun, saat ini fasilitas tersebut berhenti beroperasi sejak Sabtu (14/9) akibat penyerangan tersebut.

"Karena kilang yang terbakar produksinya stop, mau ditaruh di mana kan,‎" kata Djoko, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/9).

Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan minyak mentah, pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) akan membeli minyak bagian Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL), dari hasil produksi Lapangan Banyu Urip Blok Cepu sebanyak ‎650 ribu barel.

‎"Kita untuk antisipasi kita juga beli crude KKKS yang ada di sini. Exxon," ujarnya.

Menurutnya, kontrak pembelian minyak milik Exxon tersebut ‎hanya untuk pengadaan pada September 2019, rencananya pengiriman perdana minyak akan dilakukan pada 20 September 2019. "Kita kan nanti mau beli minyak Exxon juga Pertamina tanggal 20, pengapalan perdana," tuturnya.

Rencananya, pembelian minyak milik Exxon akan berlanjut pada Oktober 2019, namun sebelum pembelian dilakukan akan dilakukan‎ negosiasi harga terlebih dahulu. "Ini baru tahap pertama, nanti tahap kedua kita nego harga lagi. Ini harga minyak cenderung naik sedikit kan nanti di nego lagi harganya setelah September‎," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini