Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ibu-ibu keluhkan bertahan tingginya harga gas elpiji 3 kilogram

Ibu-ibu keluhkan bertahan tingginya harga gas elpiji 3 kilogram elpiji 3 kg. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sejumlah masyarakat di Kota Palangka Raya, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah mengeluhkan masih tingginya harga gas elpiji (LPG) 3 kilogram yang mencapai Rp 25.000-Rp 26.000 per tabung.

"Ini sudah hari ke-16 puasa tapi harga gas elpiji 3 kilogram belum normal karena di tempat kami masih mencapai Rp 25.000 per tabung padahal harga sebelum puasa antara Rp 20.000-Rp 22.000 per tabung," kata Zaenab, warga Jalan Karet, di Palangka Raya, Minggu (11/6).

Ibu satu anak ini mengakui keadaan tersebut cukup menambah beban pengeluarannya, apalagi mendekati Lebaran semakin banyak keperluan yang harus dipenuhi. "Yang saya takutkan jika harga ini tak turun dan malah terus naik maka kami akan semakin susah apalagi saat Lebaran kita juga ada keperluan lain yang harus dibeli," katanya.

Nurjanah, warga lain yang tinggal di Jalan RTA Milono, Palangka Raya mengatakan, sejak beberapa hari sebelum Ramadan, harga gas elpiji 3 kilogram di warung eceran di sekitar rumahnya belum kembali normal.

"Saat ini harga beli gas elpiji bersubsidi di tempat saya mencapai Rp 26.000 per tabung. Saya tidak tahu harga pengecer membeli gas dari pangkalan sampai-sampai harga eceran tinggi. Saya juga tidak pernah membeli di pangkalan," katanya.

Tidak merata dan bervariasinya harga gas elpiji 3 kilogram di tingkat eceran tersebut juga menyisakan pertanyaan bagi warga di 'Kota Cantik' Palangka Raya.

Apalagi, beberapa waktu lalu, tim satgas mafia pangan Kota Palangka Raya yang melakukan pengecekan ketersediaan gas elpiji di tingkat agen mendapati pasokan gas 3 kilogram maupun 15 kilogram aman hingga Lebaran.

Bahkan, dalam pemantauan tersebut sejumlah agen gas menyatakan pasokan gas dari Pertamina ditambah dan berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, jumlah permintaan gas mendekati Lebaran menurun.

Untuk itu, Pemerintah Kota Palangka Raya, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota beserta tim Satgas Mafia Pangan Kota tengah menyelidiki penyebab naiknya harga gas bersubsidi, bahkan dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan para agen dan pemilik pangkalan gas bersubsidi.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP