Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hilang di pasaran, konsumen mulai kangen tahu dan tempe

Hilang di pasaran, konsumen mulai kangen tahu dan tempe kedelai. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Biasanya, setiap hari masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan tahu dan tempe di pasar. Tapi untuk hari ini dan tiga hari ke depan, kondisinya berbeda.

Masyarakat akan lebih sulit mendapatkan dua makanan yang selama ini menjadi favorit. Hal itu yang dirasakan Hermanalis (41) warga Mampang, Jakarta Selatan.

Dia menuturkan, aksi mogok produksi dan aksi mogok jualan yang dilakukan perajin serta pedagang, menyusahkannya mendapatkan tahu dan tempe. Namun, dia tidak menyalahkan perajin dan pedagang yang dipandangnya menjadi korban tata niaga perdagangan yang tidak beres.

"Sebernanya kalau pemerintah bisa mengatasi dengan baik, para perajin sampai tidak melakukan aksi mogok seperti ini," ujar Hermanalis saat ditemui merdeka.com di Pasar Mampang, Jakarta, Senin (9/13).

Walaupun kemungkinannya tipis, Hermanalis yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini berharap masih ada pedagang yang menjual tahu dan tempe. "Saya ke pasar jam segini berharap masih ada pedagang yang berjualan, tapi ternyata sampai pasar tidak ada yang jualan," keluhnya.

Sebelum terjadi aksi mogok, Hermanalis terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli tahu dan tempe. Dia berharap tingginya harga kedelai yang saat ini jadi pemicu kelangkaan tahu dan tempe, bisa kembali stabil. "Tahu dan tempe sekarang sudah Rp 7.500, ya mahal dulu cuma Rp 5.000," katanya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP