Harga tiket Garuda Indonesia segera naik
Merdeka.com - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah memberi lampu hijau untuk kenaikan fuel surcharge maskapai penerbangan. Kenaikan ini menjadi Rp 60.000 per jam untuk pesawat jet dan Rp 50.000 untuk propheler.
Sinyal ini langsung ditangkap maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Maskapai full service ini segera membebankan kenaikan fuel surcharge dalam tiket. Dengan kata lain, harga tiket pesawat Garuda Indonesia segera naik.
"Kementerian Perhubungan kan sudah state untuk menaikkan itu. Pricing akan kita naikkan dan kita akan tetap fokus meningkatkan rute," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di kantornya, Cengkareng, Jakarta, Senin (10/1).
Kenaikan fuel surcharge ini dilakukan karena pelemahan Rupiah masih terus terjadi sampai sekarang. Pelemahan nilai tukar membuat operasional maskapai membengkak sehingga harus ditutupi dengan cara menyesuaikan atau menaikkan harga tiket.
Emir menyebut, sebenarnya kenaikan fuel surcharge ini masih di bawah permintaan maskapai melalui INACA. Emir menyebut pihaknya menginginkan kenaikan fuel surcharge sebesar Rp 90.000 per jam nya.
"Pelemahan Rupiah kita harus rasional. Memang untuk Garuda pendapatan kita 50 persen dalam bentuk dolar (USD). Tapi ada maskapai pendapatannya rupiah tapi belanjanya dolar. Kita masih lebih baik dibandingkan airline lain. Kenaikan Rp 60.000 sudah cukup daripada tidak sama sekali," tutupnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya