Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga minyak dunia kembali turun, tertekan naiknya produksi AS

Harga minyak dunia kembali turun, tertekan naiknya produksi AS Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Harga minyak dunia kembali bergerak turun pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Penurunan tersebut disebabkan kenaikan produksi Amerika Serikat yang kemudian menekan pasar.

Badan Energi Internasional (IEA), dalam laporan bulanannya, memperingatkan produksi yang meningkat pesat di Amerika Serikat dapat mengancam keseimbangan pasar.

Di sektor ekonomi, jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak AS turun lima rig menjadi 747 rig, namun rig gas naik dua rig menjadi 189 rig. Angka tersebut sesuai dengan laporan mingguan perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes pada Jumat (19/1).

Sementara itu, media melaporkan Bank of America Merrill Lynch dan Morgan Stanley menaikkan perkiraan harga minyak mentah awal pekan ini, sedangkan Goldman Sachs mengatakan risiko-risiko harga melampaui target saat ini meningkat.

Bank of America Merrill Lynch pada Senin (15/1) menaikkan perkiraan harga Brent 2018 menjadi 64 dolar AS per barel dari 56 dolar AS, dan memproyeksikan defisit 430.000 barel per hari (bpd) dalam produksi minyak dibandingkan dengan permintaan tahun ini.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari turun USD 0,58 menetap di USD 63,37 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, turun USD 0,70 ditutup menjadi USD 68,61 per barel di London ICE Futures Exchange.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP