Gubernur Gorontalo imbau Dishub hati-hati beri izin taksi online
Merdeka.com - Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, meminta Dinas Perhubungan selaku instansi teknis berhati-hati mengeluarkan izin operasional taksi berbasis aplikasi online. Dia meminta, Dishub melakukan kajian terlebih dahulu.
"Saya minta Dinas Perhubungan harus melakukan pengkajian dulu bagaimana dampaknya dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Jangan langsung diberi izin," kata Rusli seperti dikutip Antara di Gorontalo, Minggu (18/2).
Rusli menilai sikap hati-hati perlu sebab kehadiran taksi online memiliki dampak baik dan buruk. Dia mengaku tidak ingin ada gesekan antara sesama pemberi jasa transportasi seperti yang terjadi di daerah lain.
"Makanya harus ada kajian dan solusi. Ingat, di Gorontalo ini kita punya banyak pengendara bentor (becak motor) dan angkutan umum. Jangan sampai antara mereka akan terjadi konflik. Ini yang harus kita antisipasi dari awal," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo Jamal Nganro menjelaskan, pihaknya siap menindaklanjuti arahan gubernur. Jamal mengakui pihak Grab sebagai salah satu penyedia aplikasi sedang berencana masuk ke Gorontalo.
"Mereka baru dalam tahap survei. Makanya kami ingatkan belum ada perekrutan. Kalau sudah merekrut berarti mereka sudah mengantongi izin resmi. Sampai saat ini belum ada," ujarnya.
Lebih lanjut Jamal menjelaskan, Grab bukan perusahaan jasa angkutan umum melainkan aplikator penyedia jasa. Oleh karena itu, perusahaan diminta untuk melengkapi syarat-syarat yang dibutuhkan di antaranya membuka kantor cabang di Gorontalo, bekerjasama dengan operator angkutan, kendaraan yang digunakan lolos uji KIR serta pengemudi harus mengantongi SIM A Umum.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya