Grab Indonesia Punya Program Makan Bergizi Gratis, Anggarannya Tembus Rp16,2 Miliar
Pihaknya berkomitmen untuk mengadopsi program makan gratis ini tidak dalam jangka pendek.
Grab Indonesia berkomitmen mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digencarkan Pemerintahan Prabowo Subianto. Dalam mendukung program MBG, Grab telah mengucurkan dana USD1 juta atau sekitar Rp16,2 miliar.
Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan, perusahaan telah melaksanakan program MBG sejak September 2024. Pihaknya berkomitmen untuk mengadopsi program makan gratis ini tidak dalam jangka pendek.
"Kami mendukung program pemerintah dengan Makan Bergizi Gratis. Ini bukan program sekali jalan, kami memastikan itu continue dan minimum satu tahun," ujar Neneng dalam forum diskusi bersama media di Restoran Kembang Goela, Jakarta, dikutip Sabtu (14/6).
Program ini telah menjangkau lebih dari 20 sekolah, melibatkan lebih dari 4.000 murid, 500 guru. Dalam pelaksanaannya, Grab Indonesia menggandeng lebih dari 20 pelaku UMKM dan koperasi lokal yang telah dikurasi dan dilatih agar sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kalau ada yang tidak bersedia ikut pelatihan, kami ganti dengan yang siap untuk maju. Hasilnya, pendapatan UMKM meningkat signifikan bahkan ada yang naik sampai 10 kali lipat,” ungkap Neneng.
Program MBG ini juga menyasar anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan. Grab mengklaim sebagai institusi pertama di Indonesia yang secara khusus menyertakan kelompok ini dalam program makan bergizi.
Jamin Efisiensi dan Transparansi
Untuk menjamin efisiensi dan transparansi, Grab menerapkan sistem digital terintegrasi. Yakni, mulai dari pemesanan makanan oleh sekolah, belanja bahan baku lewat GrabMart, hingga pengiriman menggunakan GrabBike atau GrabCar.
Lebih lanjut, Grab memasang kamera CCTV di area dapur, penyajian, dan penyerahan makanan, lengkap dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi penggunaan sarung tangan plastik, keberadaan manusia, hingga potensi hama.
"Dengan AI dan CCTV, kita bisa pastikan standar kebersihan terpenuhi. Bahkan bisa mendeteksi apakah petugas memakai masker atau tidak," tutur Neneng.