Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Generasi Milenial dan Gen Z Sepakat Uang Bisa Membeli Kebahagiaan

Generasi Milenial dan Gen Z Sepakat Uang Bisa Membeli Kebahagiaan

Banyak yang percaya uang tidak bisa membeli kebahagiaan, tapi tidak dengan milenial dan Gen Z.

Kemapanan finansial bagi kelompok milenial dan Z menjadi sebuah tantangan berat di tengah kondisi ekonomi global yang ketat. Ini pula yang menjadi alasan generasi Z bahwa uang dapat membeli kebahagiaan.

Generasi Milenial dan Gen Z Sepakat Uang Bisa Membeli Kebahagiaan

Mengutip Money Wise, sebuah survei yang dilakukan pada kelompok milenial dan Z menunjukan bahwa 72 generasi milenial dan 67 generasi Z setuju, uang dapat memberi mereka kebahagiaan, dibandingkan dengan hanya 58 persen generasi X dan 48 persen generasi boomer.

Merdeka.com

Akan tetapi, kebahagiaan di sini tidak sederhana. Dalam survei juga responden diberi pertanyaan "apakah memiliki uang lebih di bank benar-benar menyelesaikan semua masalah Anda?" Jawaban dari responden rupanya lebih rumit.

Generasi Milenial dan Gen Z Sepakat Uang Bisa Membeli Kebahagiaan

Mayoritas responden dalam survei ini menjawab, mereka akan merasa puas jika mereka tidak harus bergantung pada orang lain secara finansial.

Mereka juga akan bahagia jika mereka memiliki kemampuan untuk menanggung pengeluaran tak terduga dan mengurus orang yang mereka cintai.

Sayangnya, inflasi tinggi membuat uang yang mereka miliki saat ini seperti tidak berarti. Sekitar 67 responden dalam survei itu mengatakan bahwa mereka tidak mampu mengimbangi inflasi. Kemudian, 42 persen responden merasa standar hidup mereka memburuk.

Banyak anak muda Amerika saat ini bergantung terhadap orang tua. Mereka memilih tetap tinggal bersama orang tua untuk menghemat uang sewa. 

Dan, bagi orang-orang yang mampu membeli rumah pertama, mereka tetap membutuhkan dukungan finansial orang tua untuk mengimbangi biaya cicilan.

Berdasarkan survei National Association of Realtors, lebih dari seperlima orang Amerika baru-baru ini menggunakan hadiah uang tunai atau pinjaman dari keluarga atau teman mereka untuk membayar uang muka.

Ini mengapa kelompok milenial dan Z merasa bahwa uang dapat membeli kebahagiaan.

Sebab, dengan memiliki banyak uang, dapat membantu generasi muda beralih dari hidup dari gaji ke gaji menjadi bisa dengan nyaman menghabiskan uang untuk kemewahan kecil.

Sekitar 62 persen generasi milenial mengakui bahwa mereka rela mengeluarkan uang sebesar USD7 untuk membeli kopi, karena kopi memberikan kebahagiaan bagi mereka.

Selanjutnya, 58 persen generasi Z dan 55 persen generasi milenial mengatakan bahwa kebahagiaan berarti memiliki keseimbangan kehidupan kerja dan kehidupan yang baik.

Jadi, meskipun Anda sudah mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar yang memberikan stabilitas keuangan lebih baik, penting juga bagi Anda untuk memiliki waktu bersantai, istirahat, dan menghabiskan waktu bersama orang yang Anda cintai.

Begitu Anda memiliki dana ekstra, penting juga untuk mempelajari cara mengelolanya dengan bijak, sehingga Anda tidak kembali memasuki siklus utang dengan menyesuaikan pengeluaran agar sesuai dengan tingkat pendapatan Anda. 

Lebih dari enam dari 10 responden dalam survei tersebut mengatakan bahwa mendapatkan nasihat keuangan yang baik sangatlah penting untuk mencapai kebahagiaan finansial.

Baik Anda sedang mempersiapkan masa pensiun atau mencoba melunasi utang, penasihat keuangan dapat membantu mengevaluasi situasi Anda dan membantu Anda mencapai tujuan Anda. 

Sri Mulyani ke Milenial: Jangan Jadi Generasi Kagetan dan Terbengong-bengong
Sri Mulyani ke Milenial: Jangan Jadi Generasi Kagetan dan Terbengong-bengong

Dia tak ingin anak muda menjadi generasi yang tidak mengetahui tujuan negara di masa depan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Ganjar Bertemu Gen Z Palembang, Dapat Pantun Berisi Doa jadi Pemimpin Indonesia
Ganjar Bertemu Gen Z Palembang, Dapat Pantun Berisi Doa jadi Pemimpin Indonesia

Calon Presiden Ganjar Pranowo menemui kaum milenial dan generasi Z di Palembang.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Gen Z Tak Mengalami, Begini Potret KRL 'Zaman Jahiliyah' Atapnya Penuh Penumpang
Gen Z Tak Mengalami, Begini Potret KRL 'Zaman Jahiliyah' Atapnya Penuh Penumpang

Dulu, penumpang bahkan memenuhi atap kereta hingga membuat kondisi tak nyaman.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pemilu 2024: Generasi Z dan Milenial jadi Pemilih Terbanyak
Pemilu 2024: Generasi Z dan Milenial jadi Pemilih Terbanyak

Situasi tersebut harus disikapi dengan upaya serius untuk menstimulasi wawasan kebangsaan bagi generasi muda.

Baca Selengkapnya icon-hand
Gen Z Lebih Pilih Pakai Paylater Dibanding Kartu Kredit, Ini Alasannya
Gen Z Lebih Pilih Pakai Paylater Dibanding Kartu Kredit, Ini Alasannya

Saat ini, penetrasi kartu kredit oleh milenial maupun Gen Z hanya 7,60 persen.

Baca Selengkapnya icon-hand
35 Persen Generasi Z Merasa Bersalah Jika Tidak Bekerja Meski Sedang Libur
35 Persen Generasi Z Merasa Bersalah Jika Tidak Bekerja Meski Sedang Libur

Survei juga menunjukan generasi Z juga kerap menunda berlibur. Penyebabnya antara lain beban kerja yang membuat stres dan kendala keuangan.

Baca Selengkapnya icon-hand
Ternyata ini Alasan Gen Z Susah Punya Rumah Sendiri
Ternyata ini Alasan Gen Z Susah Punya Rumah Sendiri

Alhasil mereka merasa membeli rumah adalah hal yang paling sulit.

Baca Selengkapnya icon-hand

Baca Juga