Gas Jadi Alternatif Menuju Transisi Energi

Selasa, 4 Oktober 2022 10:35 Reporter : Anisyah Al Faqir
Gas Jadi Alternatif Menuju Transisi Energi panel surya. ©REUTERS/Regis Duvignau

Merdeka.com - Indonesia tidak bisa langsung mengganti sumber energi fosilnya menjadi energi baru terbarukan (EBT) yang lebih bersih. Proses transisi energi dari berbasis fosil ke energi yang lebih bersih membutuhkan ketersediaan kecukupan energi minyak dan gas (migas) sebagai salah satu sumber energi utama yang digunakan sekarang.

Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Taslim Yunus mengatakan, potensi migas nasional saat ini didominasi oleh gas. Terdapat 128 cekungan migas di Indonesia. Namun yang sudah berproduksi hanya 20 cekungan.

"Sisanya menjadi tantangan bagaimana dapat diproduksi sehingga dapat menjadi penopang ketahanan energi nasional," kata Taslim di Hotel Holiday Inn Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat (4/10).

Taslim mengatakan, industri migas sekarang bersaing dengan EBT. Bahkan beberapa negara di Eropa sudah meninggalkan penggunaan energi fosil. Menurutnya, penggunaan gas bisa menjadi alternatif di Indonesia dalam rangka bertransisi ke energi bersih. Penggunaan gas bisa menjadi penopang selama pembangunan pembangkit listrik EBT.

"Seiring dengan komitmen Indonesia menuju nett zero emission sampai 2060, maka gas menjadi salah satu alternatif dalam mengisi energi transisi, sampai sumber energi bersih siap memenuhi kebutuhan energi nasional”, kata Taslim.

Di sisi lain, harus diakui Taslim, sektor EBT di Indonesia belum begitu menarik bagi investor. Para pemilik modal lebih menyukai proyek yang ditawarkan negara lain ketimbang dari Indonesia.

Maka dari itu, dia berharap Pemda bisa meningkatkan daya tarik investasi di Indonesia. Agar target pencapaian peningkatan produksi migas nasional di tahun 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 BSCFD.

Terkait upaya peningkatan produksi migas nasional, Taslim menyampaikan pihaknya terus berupaya memaksimalkan aset yang sudah ada menjadi produksi. Kemudian mempercepat EOR, mengakselerasi temuan yang ada menjadi produksi dan melakukan eksplorasi yang masif. Untuk mewujudkannya maka membutuhkan dukungan dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan Pemerintah Daerah penghasil migas.

Baca juga:
Terungkap, Ini Strategi Pemerintah agar Ekonomi Tetap Tumbuh di Tengah Ancaman Resesi
Capai Target Nol Emisi Karbon, RI Perlu Ubah Sistem Energi
Keliki, Bali: Desa Energi Berdikari Pertamina Berbasis Energi Terbarukan
Perlu Insentif agar Investor Terpikat Bangun Pembangkit Listrik EBT di Tanah Air
Kelebihan Pasokan Listrik Hanya di Jawa, PLN Diminta Bangun EBT di Luar Jawa
RI Bakal Pasok Cangkang Kelapa Sawit ke Jepang, Dukung Energi Terbarukan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini