Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Fokus saya bukan pemerataan pembangunan namun pendapatan masyarakat'

'Fokus saya bukan pemerataan pembangunan namun pendapatan masyarakat' Basuki Hadimuljono. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-JK tengah mendorong pemerataan pembangunan di Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan Indonesia Sentris. Di mana pembangunan infrastruktur akan lebih merata dari Sabang hingga Merauke.

Hal ini dilakukan, mengingat kebanyakan investor menanamkan modalnya di Pulau Jawa dan Sumatera. Akibatnya, masih banyak wilayah lain yang tertinggal tingkat ekonominya.

Dengan pemerataan pembangunan ini diyakini akan menarik para investor untuk berinvestasi hingga ke pelosok daerah. Sehingga perekonomian Indonesia tidak hanya disokong oleh Pulau Jawa dan Sumatera, melainkan dari seluruh wilayah di Tanah Air, termasuk Papua.

Lalu bagaimana dengan progres pemerataan pembangunan di Indonesia. Langkah apa yang selanjutnya akan dilakukan oleh pemerintah guna mendorong pemerataan ini? Simak wawancara khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dengan merdeka.com.

Sudah banyak pembangunan yang dilakukan pemerintah, baik di bidang infrastruktur maupun industri. Lalu bagaimana realisasi pemerataan pembangunan di 3 tahun masa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla?

Pembangunan infrastruktur kita ini di samping untuk meningkatkan daya saing dan mendukung pertumbuhan ekonomi juga untuk mempersatukan Indonesia. Jadi pembangunan dari Sabang sampai Merauke. Ada Trans Papua, Bandara Nabire, Bandara Wamena. Semua bisa dilihat. Di perbatasan, semua dibangun pelabuhan-pelabuhan. Jadi pemerataan dari segi wilayah sudah sangat baik untuk pemerataan pembangunan. Dari Barat sampai Timur, maupun dari perkotaan hingga pedesaan.

Jika pemerataan pembangunan di wilayah sudah dilakukan, apa fokus pemerintah saat ini?

Yang masih digenjot lagi adalah ketimpangannya. Antara angka gini ratio daerah yang masih 0,39 sekian itu masih harus diturunkan, salah satunya dengan padat karya. Jadi selain untuk lapangan kerja juga untuk pemerataan pendapatan. Makanya Keluarga Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) itu harus kencang supaya untuk mengisi gap pembangunan infrastruktur yang besar ini, meningkatkan pertumbuhan. Sekarang harus dikejar lagi di 2018 dengan padat karya tadi. (mdk/azz)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP