Festival Fotografi Celebes yang diselenggarakan oleh Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA di Alun-alun Rantepao, Toraja Utara, mendapat apresiasi positif dari Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Acara ini dinilai mampu menjadi sarana ampuh untuk mempromosikan pariwisata dan kekayaan budaya lokal di wilayah Sulawesi. Pameran foto ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik daerah sebagai destinasi wisata unggulan.
Kepala Humas KPw BI Sulsel, Aswin Gantin, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam memperkenalkan berbagai potensi daerah. Pameran ini menampilkan keindahan alam, kuliner khas, budaya tradisional, hingga hewan endemik yang ada di Sulawesi. Melalui visual yang menarik, masyarakat luas dapat lebih mengenal dan tertarik untuk mengunjungi berbagai daerah di Sulawesi.
Festival Fotografi Celebes ini berlangsung sejak Sabtu, 13 Desember, hingga 23 Desember mendatang, dan merupakan penyelenggaraan kelima secara nasional oleh ANTARA. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada promosi wisata, tetapi juga bertujuan untuk menghimpun dan menyebarluaskan informasi keragaman budaya serta potensi ekonomi kreatif di Sulawesi. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Advertisement
Advertisement
Peran Festival dalam Promosi Pariwisata dan Budaya
KPw BI Sulsel menekankan pentingnya festival semacam ini sebagai pendorong alternatif bagi pengembangan daerah. Aswin Gantin menyatakan, "Kita ingin mendorong pariwisata sebagai pendorong alternatif bagi daerah karena dengan adanya pameran foto ini kita juga berharap masyarakat jadi tahu daerah-daerah tujuan wisata di Sulawesi, seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan beberapa wilayah Sulawesi lainnya." Harapan besar diletakkan pada pameran foto ini untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap destinasi wisata yang ada.
Pameran foto ANTARA di Toraja Utara secara spesifik menyoroti berbagai aspek unik dari Sulawesi. Mulai dari panorama alam yang menawan, hidangan khas yang menggugah selera, hingga kekayaan budaya lokal yang masih lestari dan beberapa spesies hewan endemik. Semua elemen ini disajikan melalui bidikan lensa para fotografer profesional, menciptakan daya tarik visual yang kuat.
Aswin Gantin juga berharap bahwa pameran foto ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara langsung. Dengan tersebarnya informasi melalui media foto dan meningkatnya jumlah wisatawan, pergerakan ekonomi diharapkan semakin pesat. "Misalnya, masyarakat dari Sulawesi Selatan ke Sulawesi Utara, dan dari luar juga bisa datang ke Sulawesi," tambahnya, menunjukkan potensi mobilitas wisatawan yang lebih tinggi.
Advertisement
Selain dampak ekonomi dan promosi, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat terhadap seni fotografi. "Kegiatan ini juga diharapkan dapat menarik minat masyarakat dalam fotografi," ujar Aswin, melihat potensi festival sebagai platform edukasi dan inspirasi bagi para pegiat fotografi.
Advertisement
Tujuan dan Inisiatif LKBN ANTARA
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko LKBN ANTARA, Nina Kurnia Dewi, menjelaskan bahwa festival fotografi ini memiliki tujuan mulia. "Dengan tujuan untuk menghimpun dan menyebarluaskan informasi keragaman budaya di Sulawesi serta potensi turunannya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya. Ini menunjukkan komitmen ANTARA dalam mengangkat potensi daerah melalui media fotografi.
Inisiatif penyelenggaraan festival ini didasari oleh riset yang menunjukkan bahwa kegiatan budaya di Sulawesi belum banyak terpopulerkan. Nina Kurnia menyebutkan bahwa banyak potensi budaya yang belum terunggah secara maksimal di media maupun media sosial. Oleh karena itu, festival ini hadir sebagai upaya untuk mengisi kekosongan tersebut dan memberikan platform bagi kekayaan budaya Sulawesi untuk dikenal lebih luas.
Festival yang digagas oleh tim Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA) bersama lima Biro ANTARA se-Sulawesi ini berhasil menghimpun sebanyak 122 foto. Karya-karya tersebut merupakan hasil jepretan dari 39 fotografer, termasuk 21 pewarta foto ANTARA dan 18 fotografer dari komunitas fotografi, Performa, serta Masyarakat Sadar Wisata (Masata) DPC Toraja Utara. Keberagaman sumber foto ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak.
Advertisement
Nina Kurnia Dewi mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas foto yang dipamerkan. "Karyanya sangat mempesona dan mencengangkan bagi saya. Sangat hidup semua bidikan kamera teman-teman fotografer," ungkapnya. Apresiasi ini menegaskan kualitas visual yang tinggi dari pameran, yang diharapkan dapat memberikan pengalaman berkesan bagi para pengunjung dan efektif dalam promosi pariwisata.
Sumber: AntaraNews