Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan optimisme tinggi terhadap penyelenggaraan Pekan Raya Jawa Timur (PRJ) 2025 di Surabaya. Acara ini diharapkan menjadi katalisator penguatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di wilayah tersebut. Selain itu, PRJ 2025 juga diproyeksikan mampu menyerap ribuan tenaga kerja dari berbagai sektor.
Penyelenggaraan PRJ 2025 ini dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Jawa Timur yang ke-80, menambah nilai historis dan kemeriahan acara. Khofifah menekankan bahwa PRJ adalah momentum krusial untuk mempertemukan para pelaku usaha (traders) dengan pembeli (buyers). Pertemuan ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian secara signifikan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik inisiatif yang dapat memperkuat ekonomi inklusif di daerah. PRJ 2025 akan berlangsung pada 9–19 Oktober 2025, menempati area seluas 15.000 meter persegi di exhibition hall, convention hall, dan open space. Acara ini diharapkan menjadi destinasi wisata belanja dan ajang promosi bagi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Khofifah Indar Parawansa sangat optimistis terhadap dampak positif Pekan Raya Jawa Timur (PRJ) 2025 terhadap perekonomian. Beliau melihat PRJ sebagai platform penting untuk mempertemukan traders dan buyers, yang secara langsung akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi inklusif di Jawa Timur. “Ini menjadi bagian penting untuk saling mempertemukan antara traders dan buyers. Bagi Pemprov Jawa Timur, apa yang bisa menjadi penguat pertumbuhan ekonomi inklusif tentu akan kita sambut dengan baik,” kata Khofifah.
Setiap tahun, penyelenggaraan PRJ telah terbukti mampu menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja. Penyerapan ini mencakup berbagai posisi, mulai dari vendor, kontraktor, Sales Promotion Girl (SPG), Sales Promotion Boy (SPB), hingga petugas keamanan. Dampak ini menunjukkan kontribusi nyata PRJ dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Khofifah juga mengapresiasi format PRJ yang tidak hanya berfokus pada transaksi sesaat, melainkan juga membangun transaksi jangka panjang. “Kami sangat mendukung format-format yang ada, terutama karena PRJ pasti menyerap tenaga kerja. Selain itu, ini juga membangun transaksi jangka panjang antara traders dan buyers. Jadi seperti saat kami misi dagang, bukan hanya transaksi sesaat, tetapi transaksi yang saling menemukenali produk-produk andalan dan unggulan,” ujarnya.
Advertisement
Advertisement
Penyelenggaraan Pekan Raya Jawa Timur (PRJ) 2025 memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah yang inklusif dan berdaya saing. Gubernur Khofifah mengajak para pelaku usaha untuk berkolaborasi dalam mengembangkan potensi ekonomi. Kolaborasi ini termasuk dengan PT Hardaya Widya Graha, untuk membangun kawasan ekonomi baru.
Kawasan ekonomi baru yang dimaksud akan berlokasi di lahan seluas 50 hektare milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Puspa Agro. Visi ini menunjukkan ambisi besar untuk menciptakan pusat aktivitas ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan. Potensi pengembangan ini diharapkan dapat meniru kesuksesan pameran besar lainnya.
“Bayangan kita bahwa luasan dari PRJ ini bisa memiliki keserupaan dengan Pekan Raya Jakarta, luasnya dan lamanya. Luasnya bisa setara, bahkan lebih karena di Puspa Agro itu 50 hektar. Kemudian bisa dilakukan sepanjang bulan seperti di PRJ Jakarta, maka transaksi yang bisa dihasilkan saya rasa juga akan berseiring dengan apa yang bisa dilakukan di Jakarta,” jelas Khofifah, menggambarkan skala dan durasi ideal yang ingin dicapai.
Advertisement
Advertisement
Direktur PT Hardaya Widya Graha, Gito Sugiarto, menjelaskan bahwa Pekan Raya Jawa Timur (PRJ) 2025 akan diikuti oleh 250 peserta. Para peserta ini akan menempati area pameran seluas 15.000 meter persegi. Area tersebut mencakup exhibition hall, convention hall, dan open space, yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai jenis produk dan aktivitas.
PRJ diselenggarakan setiap bulan Oktober dengan tujuan utama meramaikan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur. Tahun ini, Jawa Timur merayakan ulang tahunnya yang ke-80, menjadikan PRJ sebagai bagian penting dari perayaan tersebut. Acara ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat luas.
“Kami selenggarakan setiap bulan Oktober dengan tujuan turut meramaikan memeriahkan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang tahun ini masuk ke usia 80 tahun. Dengan adanya pameran PRJ ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan dapat menjadi destinasi wisata belanja hiburan serta ajang promosi bagi masyarakat Jawa Timur,” kata Gito Sugiarto. Dengan demikian, PRJ tidak hanya menjadi ajang bisnis, tetapi juga pusat hiburan dan promosi budaya lokal.
Advertisement
Sumber: AntaraNews