Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII di Bengkulu secara aktif menyiapkan bantuan perbaikan jaringan irigasi di berbagai kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong. Inisiatif ini bertujuan untuk secara signifikan menunjang produksi pertanian di wilayah tersebut, yang merupakan salah satu sentra pertanian penting di Provinsi Bengkulu. Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengairan lahan pertanian dan mendukung ketahanan pangan lokal.
Kepala BWS Sumatera VII Bengkulu, Wiel Mushawiry Suryana, menjelaskan bahwa ada dua program utama yang akan dilaksanakan di Rejang Lebong. Program tersebut adalah Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 dan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Kedua program ini dirancang untuk mempercepat pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi.
Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR telah mengalokasikan dana sebesar Rp800 juta untuk Kabupaten Rejang Lebong pada tahun ini. Dana ini akan dikelola melalui BWS Sumatera VII Bengkulu, dan penandatanganan kontrak kerja akan segera dilakukan. Dukungan finansial ini menjadi angin segar bagi petani setempat dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.
Advertisement
Advertisement
Program Unggulan BWS Sumatera VII untuk Irigasi Rejang Lebong
Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 merupakan salah satu pilar utama dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur irigasi. Program ini berfokus pada peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi secara menyeluruh. Tujuannya adalah untuk mendukung swasembada pangan nasional yang terus menjadi prioritas pemerintah.
Selain Inpres, BWS Sumatera VII juga mengimplementasikan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Program ini memiliki karakteristik unik karena melibatkan peran serta aktif dari masyarakat petani dalam proses perbaikan, rehabilitasi, atau peningkatan jaringan irigasi. Ini adalah program padat karya tunai yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR.
Wiel Mushawiry Suryana menegaskan bahwa P3-TGAI dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan secara langsung berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Keterlibatan petani diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepemilikan dan keberlanjutan proyek. Program ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat melalui skema padat karya.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Pusat dan Harapan Petani Rejang Lebong
Kabupaten Rejang Lebong mendapatkan kucuran dana sebesar Rp800 juta dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR untuk tahun ini. Dana ini akan dikelola melalui BWS Sumatera VII Bengkulu dan akan segera digunakan untuk perbaikan jaringan irigasi. Penandatanganan kontrak kerja diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat, menandai dimulainya proyek-proyek vital ini.
Peluang bagi Kabupaten Rejang Lebong untuk mendapatkan program lanjutan pada tahun 2026 juga sangat terbuka lebar. BWS Sumatera VII mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan Inpres 02 Tahun 2025 untuk segera mengajukan proposal. Proposal yang diajukan akan dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam program kegiatan anggaran tahun 2026, memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur irigasi.
Wiel Mushawiry Suryana mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, dana APBN yang disiapkan untuk pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi secara nasional mencapai Rp6 triliun. Namun, penyerapan oleh Provinsi Bengkulu masih relatif kecil, hanya sebesar Rp60 miliar. "Pada tahun 2025 ini dana APBN yang disiapkan program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi mencapai Rp6 triliun, namun sayangnya penyerapan oleh Provinsi Bengkulu hanya sebesar Rp60 miliar, termasuk dengan satu kegiatan di Rejang Lebong senilai Rp800 juta," kata Wiel Mushawiry Suryana.
Advertisement
Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan dan perhatian BWS Sumatera VII Bengkulu. Dukungan ini sangat penting bagi rencana pembangunan infrastruktur pertanian dan pengairan di wilayahnya. "Kita harapkan usulan yang akan kita buat dan ajukan nantinya bisa mendapat dukungan penuh. Semua ini bermuara pada upaya menjadikan Rejang Lebong sebagai lumbung pangan Provinsi Bengkulu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. Jika irigasi dan pengairannya baik maka hasil panen pun akan meningkat," ujar Muhammad Fikri.
Sumber: AntaraNews