Fakta Rencana Kenaikan Harga Pertalite, Termasuk Syarat Jika Ingin Dibatalkan

Sabtu, 20 Agustus 2022 07:00 Reporter : Merdeka
Fakta Rencana Kenaikan Harga Pertalite, Termasuk Syarat Jika Ingin Dibatalkan Pendaftar Konsumen Subsidi Tepat MyPertamina. ©2022 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Pemerintah tengah mempertimbangkan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Ini dilakukan di tengah semakin mahalnya minyak dunia yang berimbas pada Indonesia sebagai negara importir.

Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono membenarkan kabar tersebut. Hal ini dilakukan dalam upaya menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022. Mengingat, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp502 triliun hingga akhir tahun.

"Angkanya semua sedang dihitung, kita sedang siapkan angkanya. Kita sudah rapat beberapa kali," kata Susiwijono.

Presiden Jokowi pun dibuat khawatir atas kemampuan APBN dalam menanggung beban subsidi BBM jika harga minyak mentah dunia terus melambung. Menyusul, status Indonesia sebagai negara importir komoditas minyak mentah.

"Kita itu masih impor separuh dari kebutuhan kita, 1,5 juta barrel minyak dari luar masih impor. Artinya apa? Kalau harga di luar naik, kita juga harus membayar lebih banyak. Supaya kita ngerti masalah ini," jelas Presiden Jokowi.

Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah fakta di balik rencana kenaikan harga BBM tersebut.

2 dari 5 halaman

1. Syarat Pemerintah Batalkan Rencana Kenaikan

pemerintah batalkan rencana kenaikan rev1

Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyebut bawha pemerintah akan berusaha menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) agar tidak mengganggu masyarakat. Namun hal ini baru bisa dilakukan jika penerimaan negara dari pajak bisa berkesinambungan.

"Ini peran negara yang menyanggah dan tetap sehat berkesinambungan kalau pajak yang dikumpulkan cukup," kata Menteri Sri Mulyani.

Maka, kata Menteri Sri Mulyani, penting bagi pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal taat dan patuh terhadap pajak. Mengingat pajak telah menjadi tulang punggung dan pondasi penting bagi sebuah negara.

"Pajak tulang punggung dan pondasi yang penting. Kepatuhan wajib pajak ini yang tidak bisa terpisahkan," kata dia.

3 dari 5 halaman

2. Kenaikan Tunggu Keputusan 3 Menteri

tunggu keputusan 3 menteri rev1

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menjawab rasa penasaran publik terkait rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite imbas kenaikan harga minyak mentah dunia.

Menteri Arifin mengatakan, penerapan kenaikan harga Pertalite sendiri masih menunggu revisi Peraturan Presiden (Perpres) 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM.

Dia pun berharap Perpres tersebut bisa terbit pada Agustus ini. Mengingat, pemerintah harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum secara resmi menaikkan harga Pertalite.

"Mudah-mudahan (bulan ini). Karena harus sosialisasi dulu," tutupnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menambahkan bahwa kebijakan mengurangi subsidi energi dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite saat ini masih menunggu keputusan tiga menteri.

"Rencana pengurangan subsidi itu masih dibahas, belum ada putusannya dari Kemenko (Perekonomian), Menteri ESDM, dan Menteri Keuangan," ujarnya.

4 dari 5 halaman

3. Pemerintah Siapkan Bansos Jika Naikkan Harga Pertalite

siapkan bansos jika naikkan harga pertalite rev1

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan kompensasi dalam bentuk bantuan perlindungan sosial bagai masyarakat terkait rencana kenaikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dalam waktu dekat.

"Tentu apabila ada penyesuaian (harga Pertalite) kita sedang mengkalakulasi juga kebutuhan terkait kompensasi dalalm berbagai program yang sedang berjalan. Artinya (kompensasi) dikaitkan dengan program yang berjalan ada pelindungan sosial," ujar Menko Airlangga.

Menko Airlangga menerangkan, pemberian bansos diperlukan untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga tren pemulihan ekonomi nasional imbas kenaikan Pertalite. Hal ini sebagaimana dilakukan pemerintah saat masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

"Ini seperti yang kita lakukan pada saat penganangan Covid-19," jelasnya.

5 dari 5 halaman

4. Besaran Kenaikan Dipastikan Tak Ekstrem

kenaikan dipastikan tak ekstrem rev1

Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono memastikan jika pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM, nilai kenaikannya tidak akan terlalu tinggi. "Kalaupun naik kita akan buat jangan terlalu berat," kata dia.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan membagikan bantuan sosial bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Utamanya mereka yang terdampak langsung.

"Kalau ada kenaikan harga kita siapkan bansos-bansos lagi dan ini lebih fair," kata dia.

"Kalau harga sekarang semua bisa menikmati, yang pakai mobil-mobil juga pakai. Jadi ini bisa kita alirkan ke bansos," kata dia mengakhiri.

  [bim]

Baca juga:
Sejarah Kenaikan Harga BBM Dimulai Sejak Presiden Soeharto Hingga Jokowi
Menteri ESDM Beri Bocoran Waktu Kenaikan Harga Pertalite
Pajero hingga Fortuner Antre Solar Subsidi, Gubernur Riau Minta Pakai BBM Nonsubsidi
Jokowi Umumkan Kebijakan Baru Subsidi Besok, Harga BBM Bakal Naik?
Jika Kondisi ini Terjadi, Pemerintah Bakal Naikkan Harga BBM
Jokowi Tanya Potensi BBM Naik jika APBN Tak Kuat Subsidi, Ini Jawaban Pedagang Pasar
Menghapus Subsidi BBM yang Tinggal Janji

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini