Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) secara tegas menyatakan bahwa program Koperasi Merah Putih menjadi momentum krusial bagi kebangkitan ekonomi Indonesia. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, dalam sebuah acara penting yang menggarisbawahi peran strategis koperasi di masa kini.
Pernyataan tersebut disampaikan Anwar Hafid saat menghadiri Perayaan Hari Koperasi Nasional ke-78 Tingkat Provinsi Sulteng di Palu, pada Jumat, 26 September. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga secara resmi membuka Workshop Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang ditujukan untuk wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala, menekankan pentingnya inisiatif Koperasi Merah Putih ini.
Menurut Gubernur, koperasi kini berada pada titik balik kebangkitan berkat kebijakan visioner dari Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini membuka peluang emas bagi koperasi untuk terlibat aktif dalam pengelolaan berbagai sektor strategis, mulai dari sumber daya halal hingga implementasi program makan bergizi gratis.
Advertisement
Advertisement
Peluang Emas Koperasi dalam Kebijakan Nasional
Gubernur Anwar Hafid menjelaskan bahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto telah memberikan ruang yang sangat luas bagi koperasi untuk tumbuh dan berkembang. Koperasi kini memiliki kesempatan untuk mengelola berbagai sektor yang sebelumnya mungkin sulit dijangkau, termasuk pemanfaatan sumber daya halal yang memiliki potensi pasar besar, sejalan dengan visi Koperasi Merah Putih.
Salah satu contoh konkret yang diuraikan adalah program makan bergizi gratis, yang diyakini akan menjadi pintu besar bagi pertumbuhan koperasi. Program ini memerlukan pasokan bahan baku dalam jumlah besar secara berkelanjutan, menciptakan ceruk pasar yang signifikan bagi para pelaku koperasi di daerah.
Bayangkan, satu dapur yang melayani tiga ribu anak setiap hari akan membutuhkan telur, ayam, beras, dan buah-buahan dalam jumlah masif. Semua kebutuhan ini, kata Gubernur, dapat sepenuhnya disuplai oleh koperasi. "Ini peluang nyata yang harus kita rebut," tegas Anwar Hafid, menyoroti potensi ekonomi yang belum tergarap sepenuhnya oleh gerakan Koperasi Merah Putih.
Advertisement
Advertisement
Semangat Kewirausahaan dan Solidaritas Koperasi
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa koperasi harus dijalankan dengan semangat kewirausahaan yang tinggi, bukan semata-mata hanya menunggu bantuan dari pemerintah. Ia berpendapat bahwa hanya koperasi yang dikelola oleh individu-individu berjiwa entrepreneur yang akan mampu tumbuh mandiri dan memberikan manfaat optimal bagi anggotanya, sesuai dengan prinsip Koperasi Merah Putih.
Untuk mendorong semangat ini, Gubernur Anwar Hafid juga menyatakan komitmennya untuk menganggarkan bantuan bagi setiap koperasi yang menunjukkan prestasi signifikan. Bantuan ini direncanakan akan mulai diberikan pada tahun 2026 mendatang, sebagai bentuk apresiasi dan dorongan untuk kemajuan koperasi di Sulawesi Tengah.
"Ketua koperasi harus punya jiwa pebisnis. Kalau hanya mengandalkan bantuan, koperasi tidak akan hidup. Saya ingin koperasi yang benar-benar bergerak, maju, dan mandiri. Itu yang akan kita bantu dan kembangkan," ujarnya dengan tegas, menggarisbawahi pentingnya inovasi dan kemandirian. Ia juga mengingatkan bahwa kunci keberhasilan koperasi terletak pada solidaritas antaranggota serta konsistensi dalam menjalankan setiap usaha yang digeluti.
Advertisement
Sumber: AntaraNews