Erick Thohir Ingin Pembahasan Kerjasama Pertamina-Saudi Aramco Rampung Akhir 2019

Selasa, 29 Oktober 2019 19:27 Reporter : Dwi Aditya Putra
Erick Thohir Ingin Pembahasan Kerjasama Pertamina-Saudi Aramco Rampung Akhir 2019 Erick Thohir. ©2018 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pembahasan pengembangan kilang pengolahan minyak di Cilacap bersama Saudi Aramco sejauh ini masih terus digulirkan. Pihaknya bahkan sudah memberikan tenggang waktu hingga akhir tahun 2019.

Sampai saat ini, PT Pertamina (Persero) dan Aramco memang masih melakukan pembahasan valuasi nilai kilang. Hampir lima tahun, keduanya belum sepakat atas nilai pengembangan kilang tersebut.

"Kami upayakan tahun ini sudah ada kesepakatan agreementnya. Ini sedang kami push," ujar Erick di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, di Jakarta, Selasa (29/10).

Dia mengatakan, pemerintah dalam pembahasan valuasi ini juga tengah mencari banyak cara agar valuasi segera disepakati dan proses pembangunan kilang bisa segera direalisasikan.

Sementara saat disinggung apakah terbuka peluang kerjasama dengan Aramco batal, dirinya enggan memberikan anggapan lebih jauh. Sebab, pembahasan kilang cilacap ini merupakan pembahasan dua negara.

"Karena ini kan pembicaraan khusus dua negara. Kami mesti cari solusinya yang baik. Namun hingga saat ini belum ada rencana perubahan strategi kerjasama," ujar Erick.

Namun, Jika sampai dengan Desember belum ada juga keputusan final terhadap kedua belah pihak, maka pemerintah akan mengambil langkah alternatif. "Sampai Desember kami lihat, sepakat atau tidak. Nanti kami cari alternatif," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengingatkan agar negosiasi Saudi Aramco dengan Pertamina terkait valuasi kilang pengolahan minyak di Cilacap, Jawa Tengah jangan sampai merugikan negara.

"Mesti dicarikan solusinya, yang penting tidak (ada) suap berupa komisi atau kickback korupsi," ujar Erick Thohir dikutip dari Antara, Jumat (25/10).

Erick mengatakan, dalam sebuah negosiasi bisnis, proses tawar menawar merupakan hal lumrah, dia hanya mewanti-wanti jangan sampai negosiasi Saudi Amraco dan Pertamina ini dianggap transaksi yang merugikan negara.

Dia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan meneliti dan mencermati beberapa hal dalam negosiasi valuasi proyek kerja sama pengembangan kilang pengolahan minyak.

Negosiasi antara Saudi Aramco dan Pertamina merupakan salah satu dari tiga program yang menjadi prioritas Menteri BUMN Erick Thohir usai dilantik oleh Presiden Jokowi. [azz]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini